Pantauan Jawa Pos Radar Solo di Terminal Kartasura, kemarin (29/10), landasan BST koridor di Terminal Kartasura mengalami kerusakan di beberapa titik. Terutama di lokasi sandar BST. Bahkan, muncul genangan air setelah turun hujan.
“Ya, landasan belum siap. Ada yang masih rusak. Beberapa waktu lalu sudah ada beberapa titik yang kami uruk. Itupun diuruk bongkaran rumah. Soal perbaikan, sebenarnya kewenangan provinsi dan pusat,” kata Koordinator Terminal Kartasura Agung Cahyono Hadi, kemarin.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo Toni Sribuntoro menambahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berniat menambah jangkaun BST. Berupa koridor 5 dan 6.
“Kami kan masuk wilayah aglomerasi. Jadi sudah tidak terbatas wilayah Sukoharjo saja. Untuk itu Kementerian akan menambah dua koridor yang melalui Sukoharjo,” terangnya.
Menurut Toni, koordinasi antara Kemenhub dengan pemkot Surakarta mulai diintensifkan. Paling lambat, 2022 mendatang BST koridor 5 dan 6 mulai mengaspal di jalanan Kota Makmur. “Kementerian sudah cek kesiapan kami. Tapi Kemenhub mengejar beroperasi tahun ini,” beber Toni.
Rencananya, koridor 5 melintasi rute Terminal Tirtonadi, Jalan Ahmad Yani, Jalan Letjen S Parman, Jalan Gajah Mada, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Ronggowarsito. Kemudian Jalan Diponegoro, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mayor Sunaryo, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, Jalan Ir Soekarno, dan Solo Baru. “Koridor 5 putarnya di sekitar RS Indriati Solo Baru,” urainya.
Kemudian koridor 6 melintasi Terminal Kartasura, Jalan Adi Soemarmo (Colomadu), Jalan Adi Soemarmo, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan Jalan Adi Sucipto. Kemudian Jalan Dr. Moewardi, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Yos Sudarso, Jalan Veteran, Jalan Kyai Mojo, Sub Terminal Semanggi, Jalan Kyai Mojo, dan Pasar Bekonang. “Putarnya di Bekonang,” ungkapnya. (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram