Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sampah Menggunung, Tim Gabungan Bersihkan Bendungan Siluwur

Damianus Bram • Senin, 1 November 2021 | 04:30 WIB
CEGAH BANJIR: Relawan gabungan membersihkan sampah dahan pohon yang menumpuk di Bendungan Siluwur, Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, kemarin (1/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
CEGAH BANJIR: Relawan gabungan membersihkan sampah dahan pohon yang menumpuk di Bendungan Siluwur, Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, kemarin (1/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO Bendungan Siluwur di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru mulai dibersihkan hari ini. Terlebih sampah di pintu bendungan sudah menggunung dan rawan menyebabkan banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sudah mengkoordinasi seluruh elemem untuk melakukan pembersihan Bendungan Siluwur, hari ini (1/11). Pembersihan dilakukan sebagai antisipasi banjir karena sudah memasuki musim penghujan.

”Besok (hari ini) mulai dibersihkan. Dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan, BPBD Kabupaten Sukoharjo warga setempat dan relawan,” kata Sri Maryanto, kemarin (31/10).

Bendungan Siluwur sudah dibersihkan dari sampah pada Februari lalu. Namun, sampai saat ini, sampah sudah mulai menggunung sehingga aliran air tidak lancar.

”Hulunya sungai Siluwur di Sukoharjo berada di wilayah desa Krajan, Kecamatan Weru perbatasan dengan, Kabupaten Gunung Kidul. Kami mengimbau warga di sepanjang sungai Siluwur untuk tidak membuang sampah ke sungai,” katanya.

Kepala Desa Tegalsari, Kecamatan Weru Nugroho Dwi Susilo mengatakan, bendungan Siluwur di desanya tersumbat sampah sejak beberapa waktu lalu. Sehingga, aliran sungai Siluwur berpotensi menimbulkan banjir. ”Iya, tersumbat sampah. Sudah lama,” kata Nugroho.

Menurut Nugroho, sampah yang menyumbat bendungan Siluwur didominasi sampah kayu. Berupa akar-akar pohon (dangkel) dan rumpun bambu (barongan bambu). Sungai Siluwur pernah dilakukan normalisasi. Selain mengantisipasi banjir, juga memanfaatkan sedimentasi sungai untuk pertanian.

”Dulu sebelum normalisasi sering meluap ke pemukiman dan lahan pertanian. Setelah di normalisasi hanya meluap ke lahan pertanian,” katanya. (kwl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Sampah di Bendungan Siluwur #Bendungan Siluwur Dipenuhi Sampah #BPBD Sukoharjo #Tim Gabungan Bersihkan Bendungan Siluwur #Bendungan Siluwur #Bersihkan Bendungan Siluwur