Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, saat ini sudah mulai masuk musim hujan. Hanya saja, hujan belum merata terjadi dan intensitas masih ringan.
”Kami sudah mengimbau untuk melakukan langkah-langkah antisipasi,” kata Sri Maryanto, kemarin (1/11).
Langkah-langkah antisipasi itu di antaranya mengadakan koordinasi dengan kepala desa atau kelurahan serta instansi terkait guna antisipasi penanganan bencana. Mengadakan mitigasi struktural serta gerakan bersih-bersih sungai atau saluran irigasi guna mengurangi dampak bencana banjir. Selain juga melakukan identifikasi tanggul kritis, lahan rawan longsor lalu menyampaikan kepada instansi terkait.
”Kami imbau masyarakat melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana dengan memangkas dahan pohon yang berdekatan dengan rumah atau jalan. Menutup rekahan di tanah yang berpotensi longsor serta melakukan pengecekan rangka rumah. Jika ada yang lapuk, segera diganti,” bebernya.
Menurut Sri Maryanto, BPBD juga sudah melakukan pengurangan risiko bencana dengan bersih-bersih sungai bersama warga Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, kemarin. Bersama semua instansi yang lain seperti DPU PR, Balai Besar Wilayah Sungi Bengawan Solo.
”Hasil pemetaan rawan banjir ada di enam kecamatan terdiri dari 25 desa atau kelurahan lebih,” bebernya. (kwl/adi/dam)
Wilayah Rawan Banjir
- Kecamatan Weru
Desa Tawang
Desa Karakan
Desa Grogol. - Kecamatan Polokarto
Desa Pranan
Desa Bugel
Desa Bakalan
Desa Ngombakan
Desa Karangwuni
Desa Mranggen. - Kecamatan Mojolaban
Desa Tegalmade
Desa Laban
Desa Plumbon
Desa Gadingan
Desa Palur - Kecamatan Grogol
Desa Pandeyan
Desa Telukan
Desa Kadokan
Desa Grogol
Desa Pondok
Desa Parangjoro
Desa Madegondo
Desa Langenharjo. - Kecamatan Baki
Desa Ngrombo
Desa Duwet - Kecamatan Gatak
Desa Blimbing. - Kecamatan Sukoharjo
Wilayah perkotaan rawan banjir
Wilayah Rawan Longsor
- Kecamatan Bulu
Desa Sanggang
Desa Kamal
Desa Kunden
Desa Kedungsono.
Wilayah Angin Kencang
- Semua wilayah berpotensi terjadi angin ken