Keberhasilan itu diapresiasi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno. “Kami sudah memiliki peralatan penunjang operasi caesar. Alat komplet. Kami juga sudah punya USG (ultrasonografi) serta SDM (sumber daya manusia) mumpuni,” terangnya, Rabu (1/12).
Menurut Bagas, sebagai tempat operasi yakni di Rumah Potong Hewan (RPH) Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota. Prioritas caesar yakni sapi yang kesulitan melahirkan.
Kepala UPTD Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Leni Sri Lestari mengatakan, operasi caesar dilakukan kepada satu ekor sapi betina yang bunting sembilan bulan. Sebelumnya, sapi milik peternak Nguter itu sudah mengalami konstraksi.
"Sapinya sudah ngeden-ngeden padahal baru sembilan bulan. Untuk menyelamatkan induk dan anaknya, maka dilakukan operasi caesar," ujarnya.
Untuk melakukan operasi caesar, dibutuhkan waktu 1 jam 20 menit dengan tim inti empat orang. Proses pembedahan sampai penjahitan berjalan lancar.
“Induk dan anaknya selamat. Biasanya, kalau kasus semacam itu, induknya dipotong, anaknya juga tidak selamat," pungkasnya. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram