Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi capaian transaksi di bazar tani di Kecamatan Sukoharjo kota. Capaian itu di luar dugaan karena di Kecamatan Bendosari saja hanya Rp 165 jutaan.
”Kami tidak menyangka bazar tani selama tiga hari di Kecamatan Sukoharjo kota ini lebih dari Rp 300 juta. Artinya, perputaran perekonomian, khususnya petani dan masyarakat Sukoharjo tinggi. Kami apresiasi Camat Sukoharjo bersama seluruh perangkat kerjanya yang telah berinovasi dan berkolaborasi dengan kami untuk mewujudkan bazar tani ini,” kata Bagas, kemarin.
Menurut Bagas, bazar tani bakal diagendakan di setiap kecamatan secara berkala. Seperti enam bulan sekali atau empat bulan sekali. Sampai saat ini, sudah ada beberapa kecamatan yang sudah mengagendakan untuk menggelar bazar tani.
”Ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyatakat. Berkolaborasi antara pemerintah di wilayah dan Dinas Pertanian dan Perikanan,” kata Bagas.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan dalam masa pandemi Covid-19 ini pemulihan ekonomi nasional menjadi program wajib yang harus dilaksanakan di semua sektor. Salah satunya yakni pada sektor pertanian.
”Meskipun Sektor Pertanian merupakan satu-satunya sektor yang paling eksis di banding sektor lainnya dan merupakan penyumbang terbesar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, namun produsen pangan terdampak juga akibat pandemi Covid-19 ini. Terutama bagi petani berlahan sempit dan bermodal terbatas,” kata Etik Suryani.
Camat Sukoharjo kota Havid Danang mengungkapkan, selama tiga hari digelar, transaksi bazar tani di taman Pakujoyo Rp 330 juta lebih. Animo masyarakat Sukoharjo sangat luar biasa dalam memeriahkan bazar tani.
”Selama tiga hari allhamdulilah tidak hujan, transaksinya Rp 330 juta lebih. Hal ini tentunya menjadi semangat kita untuk mengadakan lagi. Tapi tetap dengan pertimbangan perkembangan pandemi Covid-19,” kata Havid. (kwl/adi/dam) Editor : Damianus Bram