Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Terminal Bus Kartasura Mulai Tarik Retribusi, Ditarget Rp 160 Juta per Tahun

Damianus Bram • Rabu, 2 Februari 2022 | 16:15 WIB
SUMBANG PENDAPATAN: Terminal Bus Kartasura yang mulai menerapkan penarikan retribusi, kemarin (1/2). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUMBANG PENDAPATAN: Terminal Bus Kartasura yang mulai menerapkan penarikan retribusi, kemarin (1/2). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO Pengelola Terminal Bus Kartasura mulai melakukan penarikan retribusi bagi bus per Selasa (1/2). Targetnya per tahun mengantongi Rp 160 juta. Namun, menyusutnya jumlah armada yang beroperasi menjadi tantangan memenuhi target tersebut.

Diketahui, selama pandemi melanda awal 2020 lalu, retribusi bus ditiadakan sebagai kebijakan Pemprov Jateng. Praktis, selama itu pula tidak ada pemasukan retribusi bus. Pengelola Terminal Kartasura hanya mengandalkan  retribusi dari kios-kios.

"Ya mulai hari ini (kemarin), sesuai perintah atasan, kami tarik lagi retribusi di Terminal Kartasura. Setiap bus baik AKDP (antarkota dalam provinsi), AKAP (antarkota antarprovinsi) yang masuk ke Terminal Kartasura harus membayar retribusi," ujar Koordinator Terminal Bus Kartasura Agung Cahyono Hadi, Selasa (1/2).

Nominal tarif untuk bus besar Rp 5.000, bus sedang Rp 3.000, sedangkan bus yang bermalam Rp 20.000. "Per tahun kami ditarget Rp 160 jutaan. Ya, tahun ini targetnya sekitar itu," ungkapnya.

Optimistis dapat mencapai target retribusi? Agung belum bisa memprediksinya. Sebab saat ini saat ini jumlah armada yang beroperasi jauh berkurang, ditambah lagi untuk armada Batik Solo Trans (BST) dibebaskan dari retribusi. Padahal, jumlah BST ada sekitar 50- armada.

Penarikan retribusi diterminal Kartasura dilakukan mulai pukul 07.00-21.00. Terdapat dua pintu masuk retribusi yakni dari arah Semarang dan dari arah Solo/Sukoharjo.

"Kami sudah sosialisasikan terkait penarikan retribusi ini. Rambu-rambu juga sudah mulai dipasang," ucapnya.

Ditambahkan Agung, banyak jalan tikus di sekitar Terminal Kartasura yang berpotensi digunakan armada menghindari retribusi. Kondisi tersebut diantisipasi dengan memasang rambu-rambu.

"Di jalan kami hanya mengarahkan. Penindakan tetap di kepolisian, misalnya ada bus yang tidak melewati jalur yang semestinya," pungkasnya. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Retribusi Bus #Terminal Bus Kartasura #Terminal Bus Kartasura Mulai Tarik Retribusi