Camat Gatak Sumi Rahayau mengatakan, belasan warga yang terjangkit chikungunya itu berasal dari RT 1 dan 2 RW 2, Dusun Geneng, Desa Geneng.
"Dari laporan kades, ada 15 orang yang kena chikungunya," kata Sumi, Selasa (8/2).
Mewaspadai penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus, Polsek Gatak bekerja sama dengan Puskesmas Gatak melaksanakan fogging di area permukiman warga.
“Kami imbau kepada masyarakat supaya peduli lingkungan. Apalagi menghadapi musim penghujan tentunya banyak sarang nyamuk,” terang Kapolsek Gatak AKP Tugiyo mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho.
Kapolsek menjelaskan, edukasi dan fogging tersebut bertujuan mencegah penyakit chikungunya maupun demam berdarah. Mengingat di Desa Geneng, Kecamatan Gatak sudah ada warga terjangkit chikungunya.
"Fogging ini merupakan upaya preventif untuk membasmi nyamuk yang membawa wabah penyakit. Namun, langkah yang paling efektif untuk membasmi nyamuk adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga lingkungan tetap bersih. Ini yang kami tekankan kepada masyarakat. Kami berharap, peduli lingkungan bisa menjadi budaya di masyarakat," tandasnya. (kwl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria