Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo Bejo Raharjo mengatakan, chikungunya menyerang Begajah, awal Januari lalu. Sebanyak 15 orang terdampak.
Di bulan yang sama, menyerang Desa Geneng, Kecamatan Gatak dengan 46 orang terjangkit. “Saat ini semua pasien sudah sembuh. Ya kalau ada 1-2 orang masih ada yang sakit. Bahkan biasanya sampai satu bulan baru sembuh," ucap Bejo, Rabu (9/2).
Catatan dinkes, kasus chikungunya di Desa Geneng ditemukan di Dusun Geneng RT 2 RW 2 dengan 31 orang terpapar, serta RT 1 RW 2 sebanyak 15 orang.
“Rata-rata mengalami gejala demam mendadak, menggigil, pusing, nyeri sendi, nyeri otot, ruam, gatal pada ruam, mual dan muntah," katanya.
Diterangkan Bejo, chikungunya terkategori self limiting diseases, atau sembuh dengan sendiri. Daerah yang terjangkit memiliki angka bebas jentik kurang dari 95 persen. “Kami sudah melakukan fogging, dan pemberantasan sarang nyamuk," terangnya.
Lebih lanjut diungkapkan Bejo, pada 2021, chikungunya menyerang sejumlah desa di delapan kecamatan, yakni Gatak, Grogol, Baki, Kartasura Polokarto, Sukoharjo Kota dan Mojolaban. Bahkan di Desa Jati, Kecamatan Gatak dalam satu tahun sudah tiga kali diserang chikungunya.
Sementara itu, Polsek dan Puskesmas Gatak melaksanakan fogging (pengasapan) di permukiman guna mengantisipasi penyebaran chikungunya, Selasa (8/2).
“Kami imbau masyarakat peduli terhadap lingkungan. Apalagi di musim penghujan, tentunya banyak sarang nyamuk,” terang Kapolsek Gatak AKP Tugiyo mewakili Kapores Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho.
Ditekankan kapolsek, fogging merupakan upaya preventif membasmi nyamuk. Namun, langkah paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga lingkungan tetap bersih. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram