Data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo, jumlah kasus stunting mencapai 594 kasus yang tersebar di 20 desa/kelurahan. Dari 20 desa/kelurahan yang terdapat stunting, paling banyak ada di Kecamatan Polokarto yang mencapai 10 desa.
Kepala DPPKBP3A Sukoharjo Proboningsih Dwidanarti mengatakan, jika dilihat dari sebarannya, paling banyak di Kecamatan Polokarto. Kemudian, jika dilihat kasus terbanyak dari 20 desa tersebut, ada di Desa Mancasan, Kecamatan Baki yang mencapai 71 kasus. Kemudian disusul Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo 60 kasus dan Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto 54 kasus.
”Stunting atau gagal tumbuh banyak sekali penyebabnya. Mulai dari kebersihan, sanitasi, dan juga belum siapnya seorang wanita untuk hamil yang mungkin karena ada pernikahan dini,” ujar Probo, Kamis (17/2).
Dalam upaya mencegah munculnya kasus stunting, Pemkab Sukoharjo mengukuhkan Bunda Generasi Berencana (Genre) dan menobatkan Duta Penurunan Stunting di tiap kecamatan. Pengukuhan Bunda Genre diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik dan program-program kerja yang diusung dapat memberikan manfaat dalam penanganan stunting di Kabupaten Sukoharjo.
”Saat ini, pemerintah melalui BKKBN mengembangkan Program Genre yang merupakan pengembangan karakter Bangga Kencana yang mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pranikah, dan napza guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa," kata Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
Menurut Etik, Program Genre adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Sehingga mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi, sehingga bisa terhindar dari bahaya stunting.
Dalam hal pemahaman stunting harus dimulai sejak dini, sejak usia remaja atau calon pengantin, tidak hanya pada saat hamil tapi justru dari usia muda.
”Dengan pengukuhan Bunda Genre dan juga Penobatan Duta Penurunan Stunting tersebut dilanjutkan dengan terjun ke bawah melakukan pendampingan dan memberikan edukasi pada masyarakat khususnya ibu hamil agar kasus stunting dapat ditekan,” ujar bupati. (kwl/adi/ria) Editor : Syahaamah Fikria