Humas Pasotjo Karyo menuturkan, angkutan barang menggunakan moda truk masih menjadi yang paling dominan dalam sistem distribusi logistik di Kota Makmur. Sebab itu, dibutuhkan kebijakan guna mewujudkan penyelenggaraan angkutan barang di jalan yang aman, selamat, lancar, dan tertib.
“Untuk mewujudkan penyelenggaraan angkutan barang di jalan yang aman, selamat, lancar, dan tertib, masih banyak yang harus dibenahi," ungkapnya, Kamis (24/2).
Karyo menyebut, sopir truk sering kesulitan mencari lokasi parkir. Nyaris, ketika masuk Kota Makmur, belum ada lokasi parkir yang memenuhi syarat. Dampaknya, mereka terpaksa menumpang parkir di SPBU atau badan jalan.
“Menunggu waktu bongkar muat barang sering membutuhkan waktu satu sampai tiga hari. Parkir di perusahaan penerima (barang) banyak yang tidak memungkinkan karena tidak punya lahan parkir. Akhirnya menumpang parkir di pom bensin, terminal bus, atau di pinggir jalan," beber dia.
Karyo menyebut, ketika telah tersedia terminal angkutan barang, sangat memungkinkan menambah pendapatan asli daerah, entah kabupaten maupun provinsi. "Di Sukoharjo ini perlu mempunyai terminal angkutan barang agar truk bisa tertata. Terutama sopir dari luar kota," ucapnya.
Merespons harapan para sopir truk, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sribuntoro mengatakan, wacana pembangunan terminal angkutan barang sudah digulirkan cukup lama. Menjadi tema diskusi utama di kalangan dishub.
“Membangun terminal angkutan barang tidak mudah. Banyak aspek yang perlu disiapkan, kajian-kajian, lokasinya, dan hal-hal lainnya," kata dia.
Dishub, lanjut Toni, telah berupaya melakukan kajian terkait potensi pengadaan terminal angkutan barang. Termasuk memetakan lahan yang dimiliki pemerintah desa.
"Ada kajian yang kami kerja samakan dengan desa terkait lahannya. Kami baru pendekatan-pendekatan. Masih berproses, ya memang kendalanya banyak, karena itu kami belum berani mengekspos," tuturnya.
Lebih lanjut diterangkan Toni, diperlukan lokasi strategis dan akses yang sesuai angkutan berat. Karena itu, kesesuaian tata ruang juga perlu banyak pertimbangan. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram