Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Penyakit Kencing Darah Sapi Hantui Peternak di Sukoharjo

Damianus Bram • Jumat, 11 Maret 2022 | 14:00 WIB
KOMODITAS UNGGULAN: Tim kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo periksa sapi peternak. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
KOMODITAS UNGGULAN: Tim kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo periksa sapi peternak. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO – Penyakit kencing darah pada sapi sejak sebulan terakhir menghantui para peternak sapi di Sukoharjo. Penyakit yang disebabkan oleh parasit darah dan ditularkan melalui gigitan lalat raksasa ini bisa mengakibatkan kematian pada sapi jika tidak terdeteksi dan segera diobati sejak dini.

Leni Sri Lestari, kepala UPTD Rumah Potong Hewan dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo membeberkan, saat ini pihaknya telah memiliki alat penguji sampel darah. Melalui tes darah ini, timnya sudah bisa melakukan uji pemeriksaan darah sendiri.

"Sebelum punya alat ini, kami harus mengirimkan sampel ke laboratorium lain yang memakan waktu beberapa hari dari pengambilan sampel, pengiriman dan menunggu hasil pemeriksaan. Nah, setelah memiliki alat ini, kita bisa lebih cepat mendapatkan hasil pemeriksaan sehingga penyakit apa yang diderita ternak bisa diketahui kebih awal dan langsung  mengambil tindakan yang sesuai dengan penyakitnya," kata Leni Sri Lestari saat ditemui koran ini di kantornya, Kamis (10/3).

Mulai awal Februari ada laporan beberapa peternak yang sapinya mengalami kencing darah, setelah dideteksi ditemukan adanya parasit pada darah ternak tersebut. Penyakit ini bisa mengakibatkan sapi mati dan peternak merugi. "Sudah ada temuan 10 kasus, tiga di antaranya mati," kata Leni.

Penyakit ini gejala awalnya demam tinggi, ternak tidak doyan makan, kemudian jika sudah parah kencingnya kemerahan. Jika berlanjut ke tingkat yang lebih parah, air kencingnya berwarna kehitaman seperti kecap.

"Penyakit ini tidak menular secara kontagius atau kontak langsung, tetapi melalui lalat penghisap darah. Masyarakat  menyebutnya pitak, atau catak dan beberapa jenis kutu yang sering hinggap pada badan sapi. Lalatnya besar tetapi parasit darahnya sangat kecil tidak kasat mata, di keluarkan oleh lalat saat menghisap darah melalui moncongnya," katanya.

Menurut Leni, parasit yang masuk ke dalam darah ternak, selanjutnya akan merusak sel-sel darah merah. Dalam waktu beberapa hari saja, jika tidak ada penanganan maka sel darah merah akan habis atau mengalami anemia berat. Kadang mata berwarna pucat kekuningan. Pada fase yang parah prosentase kesembuhan sangat kecil.

"Obatnya mahal dan stoknya sedikit. Maka, hanya akan kita berikan kepada ternak yang benar-benar terdiagnosa terinfeksi parasit darah.  Penyakit kencing darah ini sebenarnya bisa di sebabkan oleh penyakit lain. Maka di perlukan diagnosa yang tepat agar obatnya sesuai " katanya. (kwl/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Kasus Penyakit Kencing Darah Sapi #Peternak di Sukoharjo #Penyakit Kencing Darah Sapi #Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo