Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sate Kuda yang Disebut Kaya Khasiat, Dagingnya Dimasak Dua Hari agar Empuk

Damianus Bram • Selasa, 15 Maret 2022 | 15:45 WIB
PANTANG SURUT: Hasanudin tengah mengiris daging kuda di warungnya untuk diolah menjadi sate, tongseng dan rica-rica. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
PANTANG SURUT: Hasanudin tengah mengiris daging kuda di warungnya untuk diolah menjadi sate, tongseng dan rica-rica. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO - Sate kuda dipercaya sebagian orang dapat digunakan sebagai alternatif menyembuhkan penyakit. Tapi, untuk menghasilkan sate kuda yang bercitarasa tinggi, ternyata butuh kesabaran.

Di sebelah barat Tugu Kartasura, terdapat warung sate kuda yang baru beberapa bulan buka. Pemilik sekaligus kokinya adalah Hasanudin, 70, warga Madura, Jatim.

“Sebenarnya 10 tahun lalu sudah berjualan sate kuda di kawasan terminal lama Kartasura, tapi tidak begitu laku. Akhirnya tutup. Sekarang merintis lagi,” ucapnya, kemarin.

Selain untuk warung, di sepetak kios tepi Jalan Raya Kartasura-Boyolali itu digunakan Hasan untuk tempat tinggal bersama istri, seorang anak, dan cucunya.

"Saya anak enam, cucu sudah sembilan. Istri satu saja. Anaknya banyak ini karena khasiat sate kuda," kelakarnya.

Daging kuda didatangkan Hasan dari Jogjakarta. Setiap hari, dia bisa menjual sektiar 10 kilogram daging kuda. Selain sate, tersedia pula tongseng dan rica-rica daging kuda.

Harga daging kuda per kilogramnya lebih mahal dibandingkan daging sapi, yakni Rp 140 ribu. Soal rasa, hampir sama. Apa manfaat mengonsumsi daging kuda? Hasan dengan percaya diri menyebut dapat membantu menyembuhkan asma, penambah daya tahan tubuh, vitalitas, obat gatal, rematik, dan stroke yang belum lama diderita.

"Atas izin Allah, insya Allah, stroke yang baru lima bulan bisa sembuh," ungkap dia.

Cara penyajian sate kuda berbeda dengan sate pada umumnya. Ada tambahan sebiji pisang ambon yang disantap selesai makan.

Daging sate kuda di warung Hasan sama sekali tidak alot. Daging yang empuk, berpadu dengan bumbu-bumbu rahasia, menjadikan sate kuda bercitarasa.

"Masaknya dan bumbunya sama dengan sate kambing. Tapi, tidak disertakan uratnya. Khusus daging yang ada urat dan lemaknya, direbus dulu selama dua hari baru bisa dimasak menjadi olahan daging kuda agar lebih empuk," pungkasnya. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Sate Kuda di Kartasura #Menikmati Sate Kuda #Daging kuda #sate kuda