Kepala DLH Kabupaten Sukoharjo Agus Suprapto membeberkan bahwa setidaknya ada 73 pohon yang berbahaya bagi pengguna jalan di koridor Jembatan Bacem sampai dengan Patung Pandawa, Solobaru. Pohon mulai rapuh dan daun-daun berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan.
"Yang kita petakan baru di koridor jembatan Bacem sampai Patung Pandawa. Ada 73 pohon, di lokasi lain koridor Patung Pandowo ke utara belum kita hitung," kata Agus Suprapto, Selasa (15/3).
Menurut Agus, hari ini (kemarin) pihaknya mulai menebang pohon palem yang berbahaya tersebut. Dalam sehari ditargetkan menebang 50 pohon palem. Untuk melakukan penebangan 50 itu, DLH melibatkan 15 personel. Selain itu juga mengerahkan satu unit mobil hidrolis. "Mulai kita tebang secara bertahap, hari ini 50 batang dulu," ungkap Agus.
Lebih lanjut dikatakan Agus, di koridor Jembatan Bacem sampai dengan Patung Pandawa disisakan pohon-pohon trembesi. Kata Agus, pohon trembesi lebih banyak menyerap CO2 (karbondioksida). "Trembesi lebih efektif menyerap CO2," katanya.
Lebih lanjut dikatakan Agus, tahun lalu pihaknya sudah menanam puluhan pohon trembesi di koridor itu. Karena trembesi sudah mulai hidup, maka pohon palem mulai ditebang.
"Pohon palem mulai ditanam sejak tahun 90-an seiring dengan pembangunan kawasan Solobaru," ungkapnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, antrian kendaraan mengular setiap kali pohon palem ditebang dan jatuh melintang ke jalan. Aparat kepolisian Satlantas Polres Sukoharjo melakukan buka tutup jalan dan melakukan pengaturan lalu lintas di ruas jalan Bacem sampai Patung Pandawa, Solobaru. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram