Kepala Desa Wonorejo Yusuf Aziz Rahma mengatakan, pihaknya menggandeng komunitas pemburu untuk berburu tikus. Perburuan tikus dilakukan pada Jumat (18/3) malam.
”Kami Pemerintah Desa Wonorejo, Karang Taruna Wonorejo dan Gapoktan WonorejoTikus menggandeng Sedulur Sniper untuk memburu tikus,” kata Yusuf Aziz, Minggu (20/3).
Yusuf Aziz menjelaskan, berbekal senapan angin dan gotri, perburuan dilakukan pada malam hari. Mengingat tikus pada umumnya mencari makan pada malam hari. Dari 65 pemburu, disebar ke 142 hektare lahan pertanian yang terbagi menjadi blok timur, tengah, dan barat.
”Ya desa lain mungkin ada yang dihargai per tikus Rp 1.000. Tapi, kami sosial saja sih. Sama-sama yang hobi berburu. Kami sediakan peluru dan makan sudah seru,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan Yusuf, kondisi sehabis hujan lebat, membuat area persawahan tergenang air. Selain itu, kondisi malam yang gelap menjadi tantangan tersendiri bagi para pemburu. Meski begitu, hasil buruan yang didapat lumayan banyak.
”Hasilnya dapat ratusan tikus. Itupun banyak yang tidak diambil, karena di tengah area tanaman yang masih muda,” ungkapnya.
Yusuf Aziz menyebut bahwa kegiatan mengandeng para pemburu untuk memburu tikus ini sudah dua kali dilakukan. Harapannya, hama tikus di area Wonorejo bisa dikendalikan. ”Akan kami agendakan rutin untuk pengendalian hama tikus,” tandasnya. (kwl/adi/dam) Editor : Damianus Bram