Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kondisi Becek di Terminal Kartasura Bisa Ganggu Pemudik

Damianus Bram • Jumat, 25 Maret 2022 | 02:15 WIB
BUTUH PERAWATAN: Genangan terlihat di Terminal Kartasura, Kamis (24/3). Pengelolaan fasilitas publik ini di tangan Pemprov Jateng. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
BUTUH PERAWATAN: Genangan terlihat di Terminal Kartasura, Kamis (24/3). Pengelolaan fasilitas publik ini di tangan Pemprov Jateng. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO – Seiring semakin melandainya kasus penularan Covid-19, Presiden Jokowi telah mengizinkan masyarakat untuk mudik. Diprediksi, mudik tahun ini lebih ramai karena sudah dua tahun para perantau kesulitan pulang kampung karena pembatasan aktivitas. Sebab itu, diperlukan persiapan sarana prasarana transportasi secara matang. Hal tersebut belum terlihat di Terminal Kartasura.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, terdapat genangan di sejumlah titik terminal setempat. Kondisi ini tentunya dapat mengurai kenyamanan penumpang yang memanfaatkan pelayanan terminal.

Koordinator Terminal Kartasura Agung Cahyono Hadi menjelaskan, kerusakan landasan sudah dilaporkan secara vertikal. “Pengerasan landasan merupakan kewenangan Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya, Kamis (24/3).

Terkait persiapan teknis mudik, pihak terminal belum menerima petunjuk secara resmi. Namun, sejumlah rambu-rambu pengalihan arus lalu lintas yang biasa dipasang saat arus mudik sudah siap. "Paling kami akan pasang papan petunjuk arus lalu lintas," kata Agung.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro juga masih menunggu surat keputusan terkait izin mudik dari presiden. “Belum ada surat resmi. Kami masih menunggu perkembangannya," terang dia.

Terpisah, Camat Kartasura Joko Miranto mengungkapkan, lahan Terminal Kartasura merupakan kas Desa Wirogunan. Status Pemprov Jateng sebagai penyewa tahunan.

“Dulu terminal dikelola Pemkab Sukoharjo. Tapi sekitar 2017 atau 2018 kan dikelola Provinsi Jateng, dan statusnya sewa," kata Joko Miranto, Kamis (24/3).

Tapi Joko tidak mengetahui detail biaya sewa tahunan lahan kas desa tersebut. Hanya saja, nilainya menurun setiap tahunnya. "Yang lebih tahu ya Pemerintah Desa Wirogunan. Dahulu sekitar Rp 90 jutaan per tahun. Nilainya terus menurun," pungkasnya. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#mudik lebaran #terminal kartasura #Aturan Mudik 2022 #Mudik Diperbolehkan