Sri Widayati Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo beberkan bahwa budidaya ikan hias di Sukoharjo sangat prospektif. Apalagi, sejak pandemi ini, jumlah pembudidaya ikan hias.
"Penyuluh-penyuluh kami sudah menginventatisasi, sejak pandemi 2020 lalu ada sekitar 50 pembudidaya ikan hias," kata Sri Widayati, Senin (23/5).
Hanya saja, lanjut Sri Widayati, budidaya ikan hias di Sukoharjo belum ada yang berawal dari pembenihan. Para pembudidaya bermain di level pembesaran. "Beli waktu masih kecil, besar sedikit dijual lagi. Sebagian besar begitu budidayanya. Hanya pelihara, harga sudah baik lalu dijual, begitu," beber dia.
Saat ini, komoditas yang dibudidaya seperti ikan koi, guppy, udang hias, plati dan lain sebagainya. Banyak dari pembudidaya adalah kaum milenial. "Pembudidaya kita 80 persen adalah kaum milenial. Peran kita pemerintah fasilitasi kontes ikan hias, pembinaan dan pelatihan," katanya.
Sri Widayati mengaku pihaknya sudah meminta para pembudidaya ikan hias ini membentuk kelompok. Supaya, pemerintah bisa lebih banyak hadir untuk memberikan fasilitasi.
"Sudah kita sampaikan untuk membentuk kelompok, supaya kita bisa mencarikan bantuan ke kementerian," katanya.
Bantuan pemerintah untuk kelompok, khususnya dari Kementerian cukup besar nilainya, lebih besar daripada bantuan untuk perorangan. Sehingga, keberadaan kelompok bisa memperkuat potensi budidaya ikan hias di Sukoharjo.
"Mari, budidaya ikan hias ini sangat besar potensinya. Bagi yang akan memulai usaha, bisa konsultasi ke bidang perikanan," ajaknya. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram