Camat Polokarto Heri Mulyadi usai penutupan Expo Polokarto Tumoto 2022 Minggu (29/5) malam, membeberkan bahwa omset pameran potensi desa itu mencapai Rp 201 juta. Bahkan, sampai berakhirnya acara masih banyak warga yang bekunjung dan para peserta pameran kehabisan stok produk yang dijual.
"Omsetnya luar biasa, ini membuktikan bahwa antusias warga, stakeholder, pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, PKK untuk kembali menggeliatkan perekonomian pasca pandemi Covid-19 cukup besar," kata Heri Mulyadi, Minggu (29/5).
Menurut Heri, omset terbesar diperoleh Desa Bakalan dengan potensi desa telur asin, bawang merah, kripik, kacang, jamu dan empon empon. Desa Bakalan membawa pulang omset Rp 31 juta lebih. "Ada 17 desa peserta, omsetnya mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 31 juta," katanya.
Heri menyebut, momentum untuk membangkitkan kembali perekonomian di desa yang terhempas pandemi selama 2 tahun ini terbukti berhasil. Kata dia, expo ini juga selaras dengan visi misi dari itu Bupati Sukoharjo yaitu untuk memperkuat perekonomian rakyat yang berdaya saing tinggi.
"Harapannya, setelah 2 tahun pandemi, perekonomian di masyarakat mulai tumbuh. Semangat di masyarakat sudah mulai menggeliat," katanya.
Heri menambahka, sebelum expo, pihaknya sudah membangun sebuah website di masing-masing desa. Dalam website desa ini, potensi desa bisa dipromosikan. Kemudian, website desa terkoneksi dengan website kecamatan.
"Website-website ini terkoneksi dengan seluruh platform media sosial baik itu melalui YouTube, IG, Facebook dan media sosial yang lain sehingga harapan kami potensi desa yang ada di wilayah Polokarto bisa dioptimalkan," pungkas Heri. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram