Itu ditegaskan Edi Cahyo Setiarto, seniman patung asal Sukoharjo. “Patung kuda terlihat kurang terawat dan perlu perbaikan. Banyak bagian yang rusak," kata Edi, Senin (30/5).
Diakuinya, patung kuda merupakan karya seni yang luar biasa. Sebab itu, sangat disayangkan ketika kurang mendapatkan perhatian. Apalagi posisinya menjadi etalase Kabupaten Sukoharjo.
"Pemerintah harus segera melakukan revitalisasi. Karena di sekitar lokasi juga menjadi ruang publik. Tempat nongkrong anak-anak muda," katanya.
Sebagai seniman patung, Edi paham biaya membangun patung kuda tidak sedikit. Jangan sampai biaya besar itu disia-siakan tanpa dibarengi dengan perawatan.
“Eman-eman kalau dibiarkan dan rusak lebih parah. Menjadi barang tidak berguna," tegas dia.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agus Suprapto mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pengecatan ulang patung kuda dan telah masuk skala prioritas.
“Nanti sebagian mulai kami cat. Menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Jika anggaran yang ada kurang, akan dianggarkan pada APBD 2022 perubahan,” tuturnya.
Kapan dimulai pengecatan? Agus menyebut dijadwalkan bulan depan. Sebenarnya, kata dia, agenda pengecatan akan dilakukan beberapa hari lalu, namun masih sering terjadi hujan.
"Kami cat semua patung, sekalian menyambu Hari Lahir Sukoharjo. Diprioritaskan gapura batas kota, sama patung-patung Presiden Soekarno," ungkap dia. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram