Itu diungkapkan Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Rabu (1/6). Diterangkannya, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama dinas terkait untuk memberikan penjelasan dan edukasi kepada Bhabinkamtibmas terkait ciri-ciri terjadinya PMK pada hewan ternak. Antara lain selalu mengeluarkan air liur, ada luka di bagian mulut, dan luka di bagian kuku.
“Atas arahan pimpinan, kepolisian harus ikut serta bersinergi dengan pemerintah daerah untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini. Jangan sampai semakin membesar. Data yang kami terima, jumlah ternak yang terpapar PMK di Sukoharjo sebanyak 80 ekor,” beber kapolres.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Arif Rahmanto mengimbau masyarakat tidak panik. Karena pemkab dan kepolisian telah bersinergi melakukan pengawasan secara menyeluruh, baik di peternakan maupun hewan ternak yang masuk ke Kota Makmur. (kwl/wa) Editor : Damianus Bram