Kendati pelayanan yang diberikan sama seperti pasien JKN, tapi klinik ini diklaim memiliki fasilitas lebih lengkap.
"Klinik ini mengusung one stop service, sehingga lebih nyaman, lebih cepat, dan pelayanannya paripurna. Sudah lama kami ingin punya klinik untuk pasien non-JKN. Kami menerima masukan untuk menyempurnakan pelayanan prima klinik ini kepada semua lapisan masyarakat," ungkap Direktur RS Indriati dr. Imelda Tandiyo dalam sambutannya saat grand opening klinik setempat, kemarin (6/7).
Pembukaan Klinik Anggrek sekaligus menjadi ajang customer gathering RS Indriati. Imelda menyebut agenda customer gathering sempat vakum dua tahun terakhir lantaran pandemi.
Grand opening Klinik Anggrek dan customer gathering diisi dengan talkshow kesehatan bersama dr. Peter Michel Souisa. Membahas obat trombolisis untuk stroke iskemik akut.
Peter mengatakan, RS Indriati jadi satu-satunya rumah sakit swasta yang punya obat trombolisis ini dan ready sewaktu-waktu.
"Di RS Indriati, kami punya code stroke, ykani rumah sakit menyiapkan timnya untuk memasukkan obat trombolisis kepada pasien stroke. Kenapa harus ada code stroke? Karena waktu pemberian obat ini sangat singkat. Efektifnya onset kurang dari 4,5 jam dari pasien terserang stroke," jelasnya. (aya/wa) Editor : Damianus Bram