Penelusuran Jawa Pos Radar Solo, sedikitnya delapan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menjadi target si ekshibisionis. Di antaranya Aurora. “Maret lalu sudah ada kejadian seperti ini. Baru kemarin (10/8), ada lagi yang nge-video call nggak jelas. Memperlihatkan area sensitifnya. Bahkan teman saya ditelepon lebih dari dua kali dalam sehari,” terang perempuan 21 tahun ini.
Peristiwa serupa juga dialami Afifah, mahasiswa UIN Raden Mas Said lainya. Modusnya sama. Dihubungi via video call WhatsApp (WA). Afifah tak curiga bahwa yang meneleponnya adalah si ekshibionis karena profil WA-nya menggunakan foto perempuan.
“Tapi pas telepon kok jadi laki-laki. Ciri-ciri orangnya kecil, gondrong, kulit hitam. Mungkin sudah banyak yang diteror. Kayaknya bukan cuma mahasiswi kampus sini saja,” tuturnya.
Fenomena ini membuat resah mahasiswi lainnya. Itu diungkapkan Nilla. “Serba salah juga. Bagaimana kalau nomor tak dikenal yang menelepon itu memang memberikan informasi penting,” ucapnya.
Sebagai solusinya, Nilla lebih berhati-hati ketika mendapat telepon dari nomor asing. “Ya sebisanya diangkat dulu. Kalau memang berbuah jahat, yang segera dimatikan saja teleponnya,” ungkapnya.
Berbeda dengan Nilla, Maretha lebih memilih langsung mematikan telepon dari nomor tak dikenal. Bagaimana kalau ternyata si penelopon ingin menginformasikan sesuatu? “Kalau ada urusan penting, selain menelepon, pasti kirim pesan juga. Intinya, harus selalu waspada. Karena zaman sekarang modus kejahatan beragam,” pungkasnya. (mg11/wa/dam) Editor : Damianus Bram