Sejarawan Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) Tunjung W Sutirta menyampaikan bahwa kenapa lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet dianggap tidak sopan, karena kalau melihat silsilah dari Mas Karebet atau Joko Tingkir atau Hadiwijaya Raja Keraton Pajang ini adalah anak dari Kebo Kenongo dengan Nyi Ageng Pengging.
"Nah, Kebo Kenongo ini siapa kan gitu? Nasapnya, Kebo Kenongo ini adalah Syarief Muhammad Kebungsuan. Syarief Muhammad Kebungsuan ini anak dari Syaikh Jumadil Kubro yang punya nasab sampai pada para wali. Joko Tingkir ini, kakek buyutnya Syaikh Jumadil Kubro ini adalah ulama besar, yang menyebarkan agama Islam di Jawa di era terakhir Majapahit," kata Tunjung, Selasa (23/8).
Menurut Tunjung, Joko Tingkir juga merupakan murid dari Ki Ageng Selo dan Sunan Kalijogo. Joko Tingkir, kata Tunjung mendapatkan landasan spiritualnya dari Sunan Kali Jogo.
"Joko Tingkir naik tahta dan bersanding dengan Ratu Mas Cempaka putri Sultan Trenggono," katanya.
Lebih lanjut dikatakan Tunjung, sumber sejarah yang bisa menjadi pedoman yakni Babad Tanah Jawi, Babad Pajang, Babad Kesultanan Demak Bintoro, Pajang dan Mataram. Jadi, kata Tunjung, sudah banyak referensi akademik untuk mengetahui sejarah Pajang berikut raja Pajang I yakni Sultan Hadiwijaya yang tidak lain adalah Joko Tingkir.
"Ada juga sumber dari tulisan luar negeri Ada HJ. De Graaf dan TH. Pigeaud. Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa," pungkasnya. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram