Balapan unik ini merupakan upaya Pemerintah Desa Pranan mempromosikan potensi agro wisatanya.
Kegiatan digelar sekitar pukul 09.00. Bukan hanya diikuti para pria, emak-emak tak ingin ketinggalan adu cepat mencapai garis finis.
Layaknya balapan sesungguhnya, trek yang memutari lapangan Desa Pranan dibuat berkelok-kelok. Untuk mencapai garis finis, tak semudah bertepuk tangan. Ada yang terjatuh, bahkan dua emak harus berhenti di tengah trek karena rok-nya tersangkut gir sepeda.
Kepala Desa Pranan Jigong Sarjanto mengatakan, balapan sepeda ontel bronjong sisih menjadi tradisi turun temurun. Selepas kulakan buah, mereka balapan untuk mengisi waktu luang.
“Masyarakat kami sebagian besar pedagang buah, tergantung musimnya. Biasanya kulakan buah sampai pelosok desa menggunakan bronjong sisih," ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus upaya menjaga budaya leluhur Desa Pranan. Karena, saat ini, hanya tersisa beberapa pedagang buah yang menggunakan sepeda ontel bronjong sisih untuk kulakan atau berdagang buah. "Sekarang mayoritas menggunakan sepeda motor dengan bronjong di kiri-kanan," ucapnya.
Camat Polokarto Heri Mulyadi mengapresiasi event yang juga diramaikan oleh warga luar Desa Pranan. "Ini salah satu upaya mengenalkan jambu air pranan yang menjadi potensi di desa ini,” katanya.
Dia berharap, agenda serupa bisa digelar rutin setiap tahun dan masuk kalender event Desa Pranan.
Ketua Pelaksana Pranan Jambu Festival Joko Suwing menambahkan, balapan sepeda ontel bronjong sisih merupakan rangkaian pra event Pranan Jambu Festival.
Balapan diikuti 50 peserta laki-laki dan empat perempuan. Seluruhnya merupakan petani, pedagang buah, dan penjual rujak lotis.
"Ada juga balapan ekshibisi yang diikuti Pak Camat Polokarto Heri Mulyadi, melawan tiga kepala desa di Polokarto, yakni Karangwuni, Mranggen dan Kayu Apak. Tokoh superhero Spiderman ikut memeriahkan acara," tuturnya.
Mengayuh sepeda ontel bronjong sisih, lanjut Joko, memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi, karena peserta balapan membawa beban 40 kilogram di bronjongnya. Mereka harus mengelilingi lintasan dua kali dengan medan rerumputan.
“Hadiah totalnya Rp 3 juta dan piala. Dipersembahkan Pak Camat Polokarto Heri Mulyadi,” ungkap dia. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram