Jika tidak segera ada solusi, warga Ngemul khawatir ketika hujan mengguyur, muncul genangan di permukiman.
Ketua RW 2 Dusun Ngemul, Desa Sidorejo Gatot Tri Haryono menuturkan, pembangunan gudang plastik dimulai sekitar dua bulan lalu. Gatot mengaku sempat dimintai tanda tangan oleh seseorang yang diduga pelaksana proyek. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti pemanfaatan bangunan tersebut.
“Keluhannya bangunan terlalu menjorok ke barat, jadi memakan saluran pembuangan air hujan,” ujarnya, Senin (19/9).
Kondisi tersebut membuat warga khawatir, ketika hujan akan muncul genangan di permukiman karena air tidak mengalir dengan lancar. Bahkan, rumah di sebelah barat gudang kesulitan membuang air hujan karena genteng rumah mepet dengan tembok gudang.
“Batas IKA (inland kadaster)-nya apakah benar atau salah, saya belum tahu. Tapi mbok ya ada sela untuk pembuangan air,” tegasnya.
Kades Sidorejo, Kecamatan Bendosari Sriyanto mengaku belum menerima pemberitahuan tentang pembangunan gudang plastik. Sebab itu, pihaknya segera mengumpulkan pihak terkait untuk memberikan klarifikasi di balai desa, Selasa (20/9).
“Tadi (kemarin) kami sidak (inspeksi mendadak) hanya ada pekerja. Kata pekerjanya, perizinan gudang masih proses. Maka, besok (hari ini) akan kami kumpulkan di balai desa. Ada perwakilan warga dan perusahaan,” bebernya. (kwl/wa/ria)
Editor : Syahaamah Fikria