Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Ribuan Pelayat Antar Pemakaman KH Muhammad Dian Nafi

Damianus Bram • Senin, 3 Oktober 2022 | 02:01 WIB
BERDUKA: Prosesi pemakaman jenazah KH Dian Nafi di Pondok Pesantren Al Muayyad, Windan, Kartasura, Minggu (2/10). KH Dian Nafi semasa hidup. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
BERDUKA: Prosesi pemakaman jenazah KH Dian Nafi di Pondok Pesantren Al Muayyad, Windan, Kartasura, Minggu (2/10). KH Dian Nafi semasa hidup. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO – Ribuan pelayat antar jenazah KH Muhammad Dian Nafi ke peristirahatan terakhirnya. Sejumlah tokoh hadir memberikan penghormatan terakhir kepada Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Dian Nafi, Minggu (2/10) siang.

Suasana duka begitu terasa di Pondok Pesantren Al Muayyad, Windan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, kemarin. Para pelayat silih berganti berdatangan ke ponpes. Tampak pula sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, dan anggota DPR RI seperti Eva Yuliana dan Mohammad Toha. Bahkan, ratusan karangan bunga juga tampak memenuhi sepanjang jalan perkampungan menuju ponpes.

”Beliau seperti orang tua kita ya. Sering memberikan petuah kepada kita,” kata Kapolda Jateng usai mensalatkan jenazah KH M. Dian Nafi.

Kapolda menambahkan, KH. M Dian Nafi merupakan tokoh yang visioner dan tokoh pembaharu. Keluarga besar Polda Jawa Tengah turut berduka cita yang mendalam kehilangan sosok yang rendah hati itu.

”Saya bertemu beliau tiga hari lalu, di RSPAD Gatot Subroto. Beliau bercerita kalau segera ingin sembuh,” kata kapolda.

Pengasuh Ponpes An Najah Gondang Sragen KH. Minanul Aziz Syathori mewakili keluarga mengatakan, almarhum KH M Dian Nafi meninggal dunia pada usia 58 tahun. Meninggalkan seorang istri yang akrab disapa Nyai Murtafiah Mubarokah.

Usai pembacaan doa, jenazah kemudian dibawa ke makam yang sudah disiapkan di belakang aula ponpes setempat. Sejumlah anggota Ansor, Banser dan Pagar Nusa membuat pagar betis sehingga hanya para keluarga, kyai dan ulama saja yang bisa mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir.

”Kenanganya banyak sekali. Beliau itu sering sekali kita undang ke provinsi. Orang kalau melihat wajah beliau itu senang, apalagi mendengar ceramah-ceramah beliau, pasti teduh,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (kwl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pemakaman Dian Nafi #KH dian nafi #Pondok Pesantren Al-Muayyad #dian nafi wafat #Ponpes Al Muayyad Windan