Menurut bupati, pesatnya perkembangan teknologi informasi menyebabkan perubahan besar pada seluruh sendi kehidupan manusia. “Bahkan saat ini, penggunaan aplikasi berbasis website pada online single submission (OSS) dalam proses perizinan koperasi merupakan kewajiban bagi koperasi dalam pemenuhan izin usaha koperasi, sedangkan online data system (ODS) dalam proses pendataan koperasi merupakan support system atau database pendukungnya," beber Etik di pendapa Graha Satya Praja, Kamis (13/10).
Digitalisasi koperasi, lanjut bupati, merupakan salah satu usaha mengembangkan kinerja koperasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Digitalisasi koperasi memacu transparansi penyaluran dana, serta catatan mengenai keanggotaan yang mudah dan aman untuk diakses,” ujar dia.
Di Kota Makmur tercatat sebanyak 167 koperasi simpan pinjam program keluarga harapan (KSP PKH) yang tersebar di desa/kelurahan. Sebagian besar anggotanya kaum perempuan.
“Apabila dikelola dengan baik, akan menjadi aset yang potensial meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan anggota,” terang dia.
Berkaca dari fenomena tersebut, Etik berpesan kepada pengurus koperasi PKH agar menjalankan usaha koperasi dengan jujur, meningkatkan kemampuan administrasi maupun organisasi, menjalin kerja sama yang baik antara pengurus, pengawas dan pengelola, sehingga tercipta koperasi andal untuk menopang perekonomian rakyat. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram