Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Keluarga Melalui Pengarusutamaan Gender

Damianus Bram • Rabu, 19 Oktober 2022 | 05:07 WIB
Sosialisasi Pengarusutamaan Gender di Pendapa Graha Satya Praja (GSP) belum lama ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Sosialisasi Pengarusutamaan Gender di Pendapa Graha Satya Praja (GSP) belum lama ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berupaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan meliputi rumah tangga, masyarakat dan negara. Maka, perempuan sangat penting untuk terlibat langsung dalam pengambilan kebijakan responsif gender, perempuan, anak dan kelompok rentan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Peremouan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Proboningsih Dwi Danarti mengatakan, tujuan penyelenggaraan pengarusutamaan gender dalam mewujudkan peningkatan kualitas keluarga Kabupaten Sukoharjo tahun 2022 adalah untuk mencapai kesetaraan, keadilan gender pada sejumlah aspek kehidupan manusia dan mewujudkan keluarga yang berkualitas dan harmonis. Tujuan lainnya yakni meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat dalam pembinaan ketahanan keluarga.

"Disamping itu guna meningkatkan kualitas keluarga dalam mewujudkan kesetaraan gender dalam keluarga dan masyarakat," kata Probo belum lama ini di Pendapa Graha Satya Praja (GSP)

Terkait pengarusutamaan gender, Bupati Sukoharjo Etik Suryani ungkapkan bahwa, pengarusutamaan gender adalah strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia. Hal itu meliputi rumah tangga, masyarakat dan negara.

“Untuk mewujudkannya yakni melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan baik perempuan maupun laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan sehingga dapat menjadi sarana mempercepat pelaksanaan pembangunan yang berbasis gender,” jelasnya.

Menurut Bupati, perempuan berperan sebagai subjek pembangunan sehingga sangat penting untuk terlibat langsung dalam pengambilan kebijakan responsif gender, perempuan, anak dan kelompok rentan. Pengarusutamaan gender merupakan isu lintas bidang yang mewarnai seluruh kebijakan program dan kegiatan semua instansi daerah dibutuhkan rencana aksi daerah yang strategis dengan implementasi yang berkesinambungan dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

Pembangunan keluarga menjadi salah satu isu pembangunan nasional dengan penekanan pada pentingnya penguatan ketahanan keluarga. Perlindungan dan pemberdayaan terhadap keluarga sebagai unit terkecil di dalam masyarakat menjadi sasaran utama dalam pembangunan keluarga. Pembangunan keluarga adalah upah mewujudkan keluarga berkualitas, berketahanan dan sejahtera yang hidup dalam lingkungan yang sehat pada setiap tahapan kehidupan, sehingga diperlukan intervensi berbeda namun berkelanjutan.

“Dengan adanya sosialiasi pada hari ini diharapkan dapat menjadi motivasi di dalam melaksanakan pembangunan ketahanan keluarga di lingkungan masing-masing sehingga mampu bergerak bersama di dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga Indonesia khususnya di Sukoharjo,” tambah Bupati. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram
#kesetaraan gender #DPPKBP3A Sukoharjo #Pengarusutamaan Gender #Bupati Sukoharjo Etik Suryani