Pantauan Jawa Pos Radar Solo, bak peragawan dan peragawati, peserta kirab mengenakan kostum dengan aksesori full rotan. Ada yang berbentuk tanduk kerbau berukuran raksasa, wuwu bubu alias alat penangkap ikan tradisional, dan sebagainya.
Enggan ketinggalan, para ibu-ibu bermahkota rotan dan membawa tongkat berbentuk bintang, juga dari bahan rotan, berlenggak-lenggok di sepanjang rute kirab.
Tidak kalah menarik, mobil hias full rotan, serta gongnya adalah arak-arakan gunungan berisi produk rotan yang bisa diperebutkan warga. Kegiatan tersebut juga diisi bazar 17 UMKM rotan dan 120 tenant kuliner.
Ketua Panitia Grebeg Penjalin ke-V Suryanto mengatakan, kegiatan tersebut berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada Grebeg Penjalin ke-I hingga IV, sumber dana berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo.
"Kini grebeg kelima diselenggarakan menggunaan pendanaan mandiri,” terangnya.
Event akbar tersebut merupakan spirit para perajin penjalin untuk mengangkat dan menegaskan bahwa Desa Trangsan merupakan penghasil rotan berkualitas. (kwl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono