Giyarto sendiri merupakan anggota Fraksi Partai Golkar dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sukoharjo selama dua periode. Politisi tersebut menjadi anggota DPRD Sukoharjo sudah tiga periode.
Pada Minggu (16/10) lalu, di kediamannya di Dusun Ngepung, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru. Giyarto tampak kurus dan sudah mengalami kesulitan untuk berjalan. Saat dikonfirmasi kenapa merayakan HUT Golkar dikediaman pribadi, tidak bergabung dengan DPD Golkar, Giyarto menyebut kondisinya tidak memungkinkan.
"Ya karena kondisi tidak memungkinkan, Kebetulan karena kondisi, saya tidak bisa (ikut kegiatan) di Bekonang, Mojolaban," katanya waktu dijumpai Jawa Pos Radar Solo dikediamannya Minggu (16/10) lalu.
Kepada Jawa Pos Radar Solo, Wisangeni Indra Aji Kusuma, anak kedua Giyarto membenarkan kabar bahwa ayahnya meninggal dunia. Wisanggeni memohon maaf apabila selama ini Almarhum mempunyai kesalahan. Jenasah Almarhum Giyarto akan dimakamkan di pemakaman Astonoloyo Putuk Ngepung Selasa (1/11) pukul 13.00.
"Mohon doa nya semoga amal dan ibadah bapak saya diterima disisi-Nya. Mohon maaf juga mas apa bila selama ini dari bapak ada salah dari perbuatan maupun perkataan," kata Wisanggeni. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram