Kepala SMK N 2 Sukoharjo Tuti Mahriah mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya memperkuat literasi para siswa. Menurutnya, saat ini program-program sekolah harus berbasis data.
https://youtu.be/pLaQSPXFCt4
”Nah, sesuai data, kemarin kami menemukan di raport mutu sekolah itu kami kurang di literasinya. Maka, langsung kami programkan pelatihan jurnalistik ini. Harapannya, tingkat literasi siswa semakin meningkat,” kata Tuti, kemarin (3/11).
Tuti berharap setelah menjalani pelatihan ini, siswa mampu mengelola website sekolah dengan baik. Untuk pengelolaan ini tentunya diperlukan sumber daya manusia yang andal dan bijak.
”Mengelola web sekolah, majalah sekolah ini kan perlu SDM yang bisa menulis. Kegiatan ini salah satunya untuk itu,” jelasnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Supardi sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan itu menambahkan, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk mengembangkan skill siswa di SMK N Sukoharjo dalam dunia jurnalistik. Dengan pelatihan ini diharapkan akan muncul guru dan siswa yang memiliki kamampuan dalam media massa dengan andal dan bijak.
”Jumlah peserta 25 guru dan siswa 45, sehingga totalnya adalah 65,” kata Supardi dalam laporannya.
Supardi menyebut kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kemampuan jurnalistik secara otonom dan mandiri. Serta mampu mengelola media sendiri, majalah sekolah, dan kegiatan jurnalistik lainnya.
”Kegiatan ini bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Solo sebagai pemberi materi,” katanya.
Selama acara, para siswa cukup antusias mengikuti paparan materi dari Redaktur Jawa Pos Radar Solo Adi Prasetyawan. Dalam kesempatan itu disampaikan materi-materi dasar melakukan peliputan, pemilihan angle dan pemahaman tentang kode etik jurnalistik. Selain itu, siswa juga mempraktikkan wawancara langsung dengan narasumber guru. (kwl/adi) Editor : Damianus Bram