Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pengembangan Wisata Religi Desa Majasto: Buka Akses Menuju Area Parkir

Damianus Bram • Sabtu, 5 November 2022 | 18:00 WIB
RAMAI KUNJUNGAN: Wisatawan di kompleks wisata religi Makam Bumi Arum, Desa Majasto, Tawangsari, belum lama ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RAMAI KUNJUNGAN: Wisatawan di kompleks wisata religi Makam Bumi Arum, Desa Majasto, Tawangsari, belum lama ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Dua tahun dihantam Pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari mulai bangkit membangun wilayahnya. Salah satunya dengan membuka akses jalan baru menuju Komplek Makam Bumi Arum, yang kondang sebagai kawasan wisata religi. Supaya memberi kenyamanan dan rasa aman bagi pengunjung.

Sejumlah pekerja terlihat mulai meratakan tanah di bukit kompleks Makam Bumi Arum, beberapa pekan terakhir. Ada yang membelah bebatuan, mencangkul tanah, hingga memasang patok penanda dari potongan bambu.

Inilah aktivitas pembukaan akses jalan baru, dari area parkir langsung menuju masjid dan kompleks Makam Bumi Arum. Pengerjaan dikebut dari pagi hingga sore hari. Dipantau langsung oleh Kepala Desa (Kades) Majasto Rudi Hartono.

Akses baru ini sengaja dibuka, untuk memudahkan pengunjung menuju komplek makam salah seorang keturunan Kerajaan Majapahit di sana. Rencananya, akan dibangun akses jalan sepanjang 150 meter dan lebar 2 meter.

“Kami buka aksesnya dulu, karena masih banyak batu-batu besar, bambu, dan tanaman perdu. Nanti tanahnya kami ratakan dulu. Setelah itu dibangun jalan baru,” kata Rudi, kemarin (4/11).

Sesuai denah yang disodorkan kades, jalan baru tersebut dibangun mulai dari area parkir sisi barat. Melingkari punggung bukit Makam Bumi Arum, hingga area masjid.

“Idenya berawal dari kekhawatiran para peziarah saat meninggalkan kendaraannya di area parkir. Apalagi kalau ziarah malam. Area parkir jauh dari permukiman dan tidak ada yang mengawasi,” imbuh Rudi.

Setelah pembangunan jalan baru kelar, peziarah, warga, maupun jamaah bisa langsung memarkir kendaraan di pelataran masjid. Tanpa khawatir meninggalkan kendaraan di area parkir lama.

“Sehingga peziarah dan jamaah bisa beribadah dengan nyaman dan aman. Apalagi, biasanya ada peziarah yang sampai berhari-hari menginap di sini,” ujar Rudi.

Meski membelah bukit, ada sebagian lahan milik warga yang akan diterjang jalan baru tersebut. Untungnya, warga legawa. Mereka bahkan mendukung rencana tersebut.

“Warga sangat setuju karena tanah mereka ada akses jalannya. Berapapun luas tanah yang dipakai jalan, mereka ihklas,” bebernya.

Kendati demikian, tidak serta-merta proyek jalan baru ini rampung dalam sekejap mata. Rencananya akan dibangun dalam tiga tahup. Menyesuaikan anggaran yang dimiliki desa.

“Tahap awal panjangnya sekitar 20 meter dulu. Sambil membersihkan batuan dan barongan bambu. Anggarannya Rp 15 juta-Rp 20 juta dari dana desa. Ada juga bantuan dari swadaya warga,”tandas kades. (kwl/fer) Editor : Damianus Bram
#Komplek Makam Bumi Arum #Wisata Religi #Desa Majasto