Kepala DLH Sukoharjo Agus Suprapto menjelaskan, anggaran pengecatan sudah diajukan. Rencananya, baru akan cair dan direalisasikan tahun depan. Dia menyebut anggaran yang diajukan tersebut dinilai mencukupi.
“Sudah dianggarkan di APBD 2023. Kedua patung tersebut merupakan karya seni, tidak sembarangan pekerja bisa mengecatnya. Terutama untuk patung kuda. Diperlukan keahlian khusus. Itu Pandawanya ada lima. Satu posisi di tengah, lalu dikelilingi masing-masing satu di utara, selatan, barat, dan timur,” ungkapnya, Selasa (15/11).
Seniman patung asal Kota Makmur Edi Cahyo Setiarto menambahkan, Patung Kuda dan Pandawa di Solo Baru merupakan sebuah karya seni nan eksotis. Sangat disayangkan jika kondisinya sekarang memprihatinkan. Catnya sudah luntur dan terkesan lusuh.
“Padahal patung itu menjadi etalase atau wajah bagi Kabupaten Sukoharjo. Apalagi di sekitar lokasi merupakan ruang publik. Tempat masyarakat nongkrong di sore dan malam hari. Harus dirawat," pintanya.
Sebagai seniman patung, Edi paham biaya membangun patung tersebut tidak sedikit. Namun tidak dibarengi dengan perawatan. “Eman-eman (sayang sekali) kalau dibiarkan dan rusak lebih parah. Bisa menjadi barang tidak berguna,” ujarnya. (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram