Tanggul yang longsor tersebut sepanjang 20 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 3 meter. Sebagai antisipasi, relawan gabungan bersama warga gotong royong menahan dinding tanggul dengan bilah bambu, Senin (28/11).
“Kalau tidak segera ditangani, rumahnya bisa amblas ke bawah. Sejauh ini pekarangan belakang yang sudah tergerus, dengan lebar sekitar 4 meter,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Senin (28/11).
Sri Maryanto menambahkan, penanganan tanggul melibatkan relawan Senkom, Igana, Relawan Weru, Panther Mania Sukoharjo, dan warga. Dinding tanggul diperkuat dengan bilah bambu, ban mobil, dan karung pasir. “Hari ini masih dilanjutkan penanganan dengan memperkuat dinding bantaran sungai,” ujarnya.
Sementara itu, tanggul Sungai Situri di Desa Grogol, Weru kembali jebol, Jumat (25/11). Padahal sepekan sebelumnya, Jumat (18/11), titik tersebut juga jebol dan sempat diperbaiki.
“Sudah dilakukan penanganan dan selesai pada Rabu (23/11). Namun karena Jumat hujan, tanggulnya jebol kembali di dua titik yang sama. Saat ini sudah ditangani lagi oleh warga, dan selesai pada Minggu (27/11),” urai Sri Maryanto. (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram