Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Miris, Kali Mati Eks Sungai Bengawan Solo Kini Jadi Lautan Sampah

Syahaamah Fikria • Rabu, 28 Desember 2022 | 13:35 WIB
Jajaran Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo di tepian Kali Mati, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Selasa (27/12). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Jajaran Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo di tepian Kali Mati, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Selasa (27/12). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Kondisi Kali Mati, eks Sungai Bengawan Solo cukup memprihatinkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo menemukan sejumlah titik di Kali Mati beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga.

Hasil susur sungai yang dilakukan DLH, Senin-Selasa (26-27/12), beberapa titik “lautan sampah” ditemukan di Desa Telukan dan Desa Kadokan, Kecamatan Grogol. Terutama di Kali Mati yang berbentuk cekungan atau lembah. Beberapa titik lainnya, terdapat genangan air berwarna hitam pekat. Karena air tidak bisa mengalir.

Kepala DLH Sukoharjo Agus Suprapto menjelaskan, inspeksi mendadak (sidak) ini dilakukan setelah menerima keluhan warga di Dusun Moro, Desa Kadokan. Mereka khawatir dengan praktik pembuangan sampah liar di Kali Mati.

“Tadi (kemarin) kami terjunkan tim ke Kali Mati di perbatasan Desa Kadokan dan Desa Telukan. Ada keluhan warga terkait pembuangan sampah di sana,” terangnya.

Setelah dilakukan pengecekan bersama warga dan pemerintah desa (pemdes) setempat, diperoleh informasi di kawasan tersebut tidak memiliki tempat pembuangan sampah (TPS). Alhasil warga pilih membuang sampah mereka ke Kali Mati.

“Solusinya, kami akan memberikan pelayanan pengambilan sampah. Tapi konsekuensinya, harus ada restribusi. Dan warga sudah sepakat,” ucap Agus.

Agus menambahkan, pelapor berniat menyulap Kali Mati menjadi embung. Supaya bisa menarik minat kunjungan wisatawa. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

“Pelapor merupakan pegiat lingkungan hidup. Sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk pariwisata. Proposal juga sudah diajukan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Sepertinya ada respons positif,” ungkapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup DLH Sukoharjo Suhadi menyebut, praktik pembuangan sampah ke Kali Mati di Desa Telukan, dilakukan pengepul sampah desa setempat.

“Yang di Telukan akan kami berikan akses ke TPA (tempat pembuangan akhir) Mojorejo,” urainya.

Diketahui, Kali Mati di awal 1980-an, merupakan aliran Sungai Bengawan Solo. Namun di awal 1990-an, aliran Bengawan Solo dipangkas dari 32 km menjadi 23 km saja. Upaya ini untuk mengurangi dampak banjir di kawasan Sukoharjo dan Kota Solo. Nah, sisa 9 km yang tidak terpakai inilah yang kini dinamai Kali Mati. (kwl/fer/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#Kali Mati #telukan #lautan sampah #sungai bengawan solo