Joko Supeno, 43 warga Begajah, Sukoharjo Kota mengaku saat peristiwa tersebut terjadi dirinya usai melakukan hobi "ngetrail". Kemudian, saat perjalanan turun dari perbukitan. Tiba-tiba angin kencang terjadi (1/1) pukul 16.20 WIB. Kemudian disusul hujan lebat.
"Saya habis ngetrail, turun dari gunung sekitar Desa Gentan, Kecamatan Bulu. Tiba-tiba angin kencang sekali, lalu hujan deras," kata Joko, Minggu (1/1/2023).
Saat angin kencang, Joko mengaku melihat tower pemancar jaringan seluler "menari", meliuk-liuk, kemudian roboh. Tower yang berada di pemukiman itu roboh menimpa sebuah rumah.
"Saya lihat ada 1 rumah yang tertimpa," katanya.
Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan bahwa kejadian bencana angin puting beliung di wilayah Kecamatan Bulu sekitar pukul 16.00 WIB.
Akibat kejadian itu, banyak pohon yang tumbang melintang di jalan protokol Bulu-Tawangsari. Sejumlah pohon tumbang tersebut ada yang menimpa rumah warga.
"Sejumlah atap rumah rusak terbawa angin, serta ada 1 tower seluler yang roboh," kata Ariyanto.
Menurut Ariyanto, dari data sementara ada 7 Desa terdampak angin puting beliung tersebut. Yakni, Desa Gentan, Tiyaran, Bulu, Kunden, Ngasinan, Kamal dan Kedungsono. Saat ini, sejumlah pohon tumbang di jalan protokol Bulu-Tawangsari sudah dievakuasi oleh tim gabungan.
"Sampai dengan saat ini dari pihak BPBD, Damkar, SAR, PLN dan relawan masih mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang. Laporan dan data kerusakan secara detil akan kami laporkan kemudian," kata Ariyanto. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram