Sebagai catatan, M. Sandi meregang nyawa karena tersengat aliran listrik saat memotong batang pohon jati yang tumbang. Korban dimakamkan di pemakaman Kelurahan Kegajah, Senin siang (2/1).
“Masih didalami. Satreskrim sudah memeriksa saksi-saksi,” kata Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, namun belum beberkan secara rinci siapa saja dan berapa jumlah saksi yang diperiksa.
Di sisi lain, kabar meninggalnya relawan sampai ke telinga Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Dia menyempatkan datang ke rumah duka. Bertemu dengan keluarga korban, dan mengucapkan bela sungkawa. Serta memberikan santunan dan apresiasi setinggi-tinggi atas dedikasi almarhum selama bertugas.
“Secara pribadi dan atas nama Bupati Sukoharjo, saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ungkap Etik.
Etik menyebut relawan merupakan tugas mulia dan luhur. Karena mereka selalu berjibaku, membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Kendati demikian, Etik mengingatkan agar para relawan yang sedang bertugas di lapangan tetap memperhatikan keselamatan. Termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait. Sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.
Sementara itu, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukoharjo belum memberikan konfirmasi terkait meninggalnya M. Sandi saat bertugas. Terkait ada tidaknya koordinasi dalam penanganan pohon tumbang, dampak puting beliung yang melanda Bulu, Minggu malam (1/1/2023). (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram