Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Atasi Stunting, Forkopimcam Polokarto Tanam Ribuan Buah Alpukat

Damianus Bram • Sabtu, 21 Januari 2023 | 15:30 WIB
KAYA MANFAAT: Forkopimcam polokarto menanam bibit alpukat di desa setempat, Jumat (20/1/2023). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
KAYA MANFAAT: Forkopimcam polokarto menanam bibit alpukat di desa setempat, Jumat (20/1/2023). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Lawan stunting Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Polokarto menanam alpukat di lahan seluas 25 hektare. Harapannya, dua sampai tiga tahun mendatang bisa meningkatkan gizi masyarakat dan pendapatan asli desa (PADes).

Camat Polokarto Heri Mulyadi mengatakan penanaman dilakukan di 17 desa di Kecamatan Polokarto. Sementara jumlah pohon yang ditanam sebanyak 10.600 pohon, sementara dalam 1 hektare ditanam sekitar 400 bibit dengan jarak masing-masing pohon 5 meter.

“Penanaman alpukat serentak dilakukan pada lahan 25 hektare di 17 desa. Saat ini sudah terealisasi sekitar 15 hektare, dan proses masih berjalan. Selain untuk penyangga ketahanan pangan juga untuk meningkatkan PAD desa,” terang Heri saat ditemui usai menanam di lahan desa di Kemasan, Jumat (20/1/2023).

Menurut Heri, data stunting di Polokarto masih cukup tinggi. Dengan penanaman itu dia berharap ke depan daya ketahanan pangan di seluruh kawasan Polokarto bisa meningkat. Hal itu menurutnya bisa menjadi pencegahan stunting, karena buah alpukat memiliki gizi cukup tinggi.

“Diharapkan dengan penanaman alpukat banyak multiefek, di samping pupuk kandang yang melimpah bisa diberdayakan. Tidak menutup kemungkinan petani bisa melakukan pembibitan, sehingga ke depan dalam jangka panjang bisa menghasilkan alpukat sesuai dengan induknya,” terang Heri.

Rencananya alpukat berjenis miki itu bisa dipanen perdana selama 2,5 tahun mendatang, itupun apabila pertumbuhan alpukat berhasil. Heri mengatakan penanaman tersebut bekerja sama dengan BUMN.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Polokarto Novia Dwi Ernawati mengatakan, buah alpukat cukup baik untuk menambah asupan gizi. Mengingat buah ini memiliki banyak lemak tak jenuh, hal itu dapat menjadi stimulan penurunan angka stunting.

Selain itu,  posyandu yang sudah tersebar di seluruh desa di Kecamatan Polokarto juga melakukan program pemberian makanan tambahan (PMT).

“Kami juga ada pelatihan kader pendampingan untuk screening balita stunting. Semoga tidak ada penambahan balita stunting. Di posyandu dilakukan rutin selama satu bulan dievaluasi untuk pertumbuhan dan berat badannya,” ujar Novia. (kwl/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#buah alpukat #stunting #Budidaya Alpukat #Tekan Angka Stunting #Forkopimcam Polokarto #Antisipasi Stunting