Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Banyak Sampah dan Barongan Bambu, Bendungan Siluwur akan Didesain Ulang

Damianus Bram • Senin, 30 Januari 2023 | 03:08 WIB
TERSUMBAT: Bupati Sukoharjo Etik Suryani (tiga dari kiri) dan Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi (dua dari kiri) turun langsung pimpin bersih-bersih Bendungan Siluwur, Weru, Sabtu (29/1/2023). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
TERSUMBAT: Bupati Sukoharjo Etik Suryani (tiga dari kiri) dan Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi (dua dari kiri) turun langsung pimpin bersih-bersih Bendungan Siluwur, Weru, Sabtu (29/1/2023). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Bendungan Siluwur di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru akan didesain ulang. Sebab, keberadaan pintu air tersebut justru menimbulkan persoalan. Yakni, menumpuknya sampah yang berupa barongan bambu, akar dan batang pohon serta sampah rumah tangga yang terbawa arus dari hulu.

Hal itu disayangkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat mengikuti kegiatan bersih-bersih Sungai Siluwur pada Sabtu (28/1/2023) pagi. ”Kepala desa di sini (Tegalsari, Red) menyampaikan pada saya, apakah bisa dilakukan pembenahan di Siluwur. Berangkat dari hal itu, kami (pemerintah) akan melakukan kajian untuk re-desain Siluwur ini,” ungkap Bupati.

Hal itu dilakukan karena banyak sekali sampah-sampah kiriman dari atas masuk ke sungai ini. Padahal sampah itu berupa pohon, bambu yang jumlahnya sangat banyak dan besar-besar.

”Sampah-sampah itu akhirnya nyangkut di pintu air dan mengakibatkan aliran air tidak lancar. Saat hujan deras, air meluap hingga menggenangangi sawah serta menimbulkan banjir,” imbuh Bupati.

Karena itu, Bupati akan melakukan kajian bersama pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut. Harapannya, dengan didesain ulang persoalan itu tidak akan terjadi.

Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Priabdi yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakaan, akan mendukung upaya bupati mengatasi persoalan di Siluwur.

”Kalau nanti ada ajuan dari eksekutif terkait dengan re-desain, kami yang ada di parlemen akan mendukung. Karena ini untuk kepentingan yang lebih besar petani dan rakyat,” kata Wawan.

Terkait dengan kegiatan bersih-bersih Sungai Siluwur, Etik Suryani dan Wawan Pribadi yang merupakan kader PDI Perjuangan mengatakan, kegiatan bersih-bersih sungai ini dalam rangka HUT Ke-50 PDIP. Karena itu, DPC PDIP Sukoharjo, anggota Fraksi PDIP DPRD Sukoharjo bersama dengan dengan masyarakat dan ratusan relawan serta BPBD mengangkat sampah-sampah yang menumpuk. Relawan yang terlibat di antaranya dari PSHT, Foreder, Garda, Cinlung serta relawan dari sejumlah ormas lainnya.

”Kegiatan ini juga bagian dari rangkaian HUT PDIP Ke- 50 sekaligus bentuk kepedulian PDIP terhadap rakyat, khususnya petani. Sebab jika kondisi seperti ini terus bertahan (tumpukan sampah, Red), dampaknya akan buruk. Yakni banjir dan gagal panen,” ungkap Etik.

Selain bersih-bersih sungai juga dilakukan penanaman pohon di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) untuk menghindari abrasi. (kwl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Sungai Siluwur #dprd sukoharjo #Bersih-bersih di Bendung Siluwur #HUT ke-50 PDIP #Bupati Sukoharjo Etik Suryani #Bendung Siluwur