Bupati Sukoharjo Etik Suryani meengakui, kebutuhan anggaran untuk mendesain ulang Bendung Siluwur di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru tidak sedikit. “Kira-kira Rp 6 miliar lebih. Entah nanti dimodifikasi bagaimana? Apa pintu airnya dilebarkan, biar airnya lancar. Dinormalisasi istilahnya,” katanya, Senin (30/1/2023).
Menurut Etik, pemkab sudah meminta DPUPR untuk membuat rencana secepatnya, dan harus segera dilaporkan. Karena segera diajukan ke DPRD Kabupaten Sukoharjo. “Ya sabar to, kami rencanakan dulu. Pastinya kami berupaya yang terbaik bagi warga Sukoharjo,” imbuhnya.
Kepala DPUPR Kabupaten Sukoharjo Bowo Sutopo memastikan, Bendungan Siluwur kewenangan pemkab. Bendungan ini dulunya juga dibangun oleh pemkab.
“Bendungan kewenangan kami. Kalau sungainya kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Dulu (era 90-an), petani butuh air. Maka dibangunkan bendungan itu,” beber Bowo.
Menurut Bowo, Bendungan Siluwur layak dinormalisasi. Karena kondisinya sekarang cukup memprihatinkan. Banyak sampah menggunung.
“Sudah lama ada usulan mendesain ulang bendungan. Zaman saya masih jadi kasi (kepala seksi), sudah saya usulkan. Tapi dulu terkendala anggaran. Sekarang justru bendungannya jadi penyaring sampah,” ujar Bowo.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo Wawan Pribadi setuju dengan wacana normalisasi Bendungan Siluwur. Prinsipnya, jika rencana sudah matang, legislatif akan memberi lampu hijau.
“Kami setuju tentang desain ulang bendungan ini. Tinggal menunggu pengajuan saja. Langsung kami setujui,” tegas Wawan. (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram