Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota Kunari Mahanani membeberkan, pihaknya sudah membagikan pil pintar ke sebuah SMPN di Sukoharjo sejak awal tahun ini. Namun, sebagian besar siswi yang mengonsumsi mengeluhkan mual dan muntah.
"Hanya di satu sekolah saja yang mengeluhkan. Setelah mengonsumsi pil pintar ada yang mual dan muntah," ucap Kunari, Jumat (3/2/2023).
Tidak ada indikasi pil itu kedaluwarsa. Kunari menyebut bahwa keluhan yang dirasakan hanya efek samping obat. Selain itu, belum ada sosialisasi yang mendalam untuk konsumsi pil itu.
"Diminum di sekolah, seminggu sekali. Tapi, sebenarnya boleh juga dibawa pulang. Diminum di rumah pada sore harinya. Sehingga ketika terjadi efek samping, tidak mempengaruhi proses belajar mengajar," paparnya.
Pil pintar merupakan tablet tambah darah (TTD). Ini adalah suplemen gizi bervitamin dan mineral, yang di dalamnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental, dan 400 mcg asam folat. Zat besi sendiri merupakan mineral yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, atau sel darah merah dalam tubuh. Sel darah merah memiliki fungsi yang vital, sebab sel ini bertugas memasok zat-zat penting ke dalam tubuh.
"Kami akan melakukan sosialisasi di sekolah itu, yang kami kemas lewat talk show. Ini supaya lebih menarik. Kami juga akan kerahkan dokter-dokter untuk melakukan sosialisasi," pungkasnya. (kwl/nik/dam) Editor : Damianus Bram