Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjelaskan, bankeu untuk pemdes dianggarkan dari APBD 2023 sebesar. Nantinya akan menyasar 1.138 titik.
“Perlu sinergitas antara pemkab dengan pemerintah desa di Kabupaten Sukoharjo. Sehingga komunikasi akan terjalin dengan baik. Diharapkan pemerintah desa menyiapkan grand design terkait potensi desa, termasuk potensi bencana. Sehingga program yang diusulkan sesuai kebutuhan masyarakat,” pesan Etik, Senin (6/3/2023).
Ditambahkan Etik, bankeu merupakan dana bantuan langsung yang dialokasikan kepada pemdes. Bisa digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kelembagaan. Termasuk peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) di desa.
“Pembangunan di pedesaan sangat penting demi kemajuan perekonomian masyarakat. Agar bisa bangkit, masyarakatnya maju dan sejahtera. Pembangunan desa harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama. Baik pemkab, pemerintah desa, serta masyarakatnya,” imbuh Etik.
Desa dan masyarakat, lanjut Etik, harus diposisikan sebagai subjek atau pelaku pembangunan. Sehingga masyarakat diberi kewenangan mendefenisikan kebutuhannya sendiri. Supaya program dan pembangunan desa betul-betul menyentuh lapisan terbawah.
Sejalan dengan itu, desa memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Bukan karena mayoritas masyarakat tinggal di pedesaan. Melainkan karena desa memberikan sumbangsih besar dalam menciptakan stabilitas nasional.
“Saya minta pemerintah desa untuk menata dan mengimplementasikan bantuan keuangan tersebut. Sehingga pertanggungjawaban berbagai kegiatan nanti berjalan lancar, aman, dan sesuai regulasi,” tegasnya.
Sementa itu, Etik meminta seluruh stakeholder terutama camat dan kepala desa, agar memfasilitasi, berkoordinasi, mengidentifikasi, menyosialisasikan, memverifikasi, memonitoring, serta mengevaluasi bankeu tersebut. Supaya bankeu berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran. (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram