Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Lansia Jompo Dominasi Angka Kemiskinan Ekstrem

Damianus Bram • Rabu, 15 Maret 2023 | 03:17 WIB
BELUSUKAN: Bupati Sukoharjo Etik Suryani sambangi warga miskin, belum lama ini. Angka kemiskinan di Kota Makmur didominasi warga dengan latar belakang lanjut usia (lansia). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
BELUSUKAN: Bupati Sukoharjo Etik Suryani sambangi warga miskin, belum lama ini. Angka kemiskinan di Kota Makmur didominasi warga dengan latar belakang lanjut usia (lansia). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sukoharjo, tercatat 0,36 persen. Tersebar di 25 desa/kelurahan dan delapan kecamatan. Nah, ke-25 desa/kelurahan ini masuk sasaran prioritas pengentasan kemiskinan, tahun ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukoharjo Rudiyanto menjelaskan, ke-25 desa/kelurahan dan delapan kecamatan tersebut masuk zona merah kemiskinan. Karena terdapat data kemiskinan ekstrem, meskipun hanya sedikit.

“Kemiskinan ekstrem didominasi lansia (lanjut usia) jompo. Ini hanya bisa diintervensi dengan bantuan keuangan. Tidak bisa dengan program pemberdayaan,” terang Rudiyanto, Selasa (14/3/2023).

Data Bepperida Kabupaten Sukoharjo, angka kemiskinan di Kota Makmur pada 2022 sebesar 7,61 persen. Sedangkan angka kemiskinan ekstrem hanya 0,36 persen. Angka ini terendah kedua se Jawa Tengah (Jateng).

Terkait penyasaran percepatan penghapusan kemiskinan (P3Ke), ada 91.002 kepala keluarga (KK) yang masuk kategori miskin. Sedangkan jumlah individunya mencapai 364.761 jiwa.

“Ke-25 desa/kelurahan yang masuk prioritas pengentasan kemiskinan, tersebar di delapan kecamatan. Mulai dari Kecamatan Bendosari, Bulu, Gatak, Mojolaban, Nguter, Polokarto, Tawangsari, dan Weru,” urai Rudiyanto.

Pria yang akrab disapa Rudi ini menyebut, pengentasan kemiskinan diprioritaskan pada sektor pangan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan sosial. Berbagai upaya dilakukan, dengan menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Pemkab juga bekerja sama dengan perusahaan, melalui program tanggung jawab sosial (corporate sosial responsibility) atau CSR. Kami gandeng untuk sama-sama mengatasi kemiskinan,” imbuhnya.

Terkait penanggulangan kemiskinan, Rudi menyebut ada tiga strategi. Mulai dari pengurangan beban masyarakat, peningkatan pendapatan, hingga meminimalkan kantong kemiskinan. Khusus pengurangan beban, pemkab mengalokasikan subsidi iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Termasuk program keluarga harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan langsung tunai (BLT), dan santunan kematian.

Beralih ke program peningkatan pendapatan, berupa bantuan permodalam bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Termasuk bantuan kelompok usaha bersama (KUBE) dan subsidi bunga UMKM. Plus program gerobak angkringan, bantuan alat pertanian, pembangunan sumur dalam, hingga pelatihan kerja bagi warga prasejahtera.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyebut capaian kinerja pembangunan di 2022 menunjukkan progres menggembirakan. Dilihat dari capaian indikator makro pembangunan.

“Indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Sukoharjo sebesar 77,94. Capaian ini tertinggi se Jawa Tengah untuk tingkat kabupaten,” kata Etik.

Kemudian, tingkat pengangguran terbuka sebesar 2,67 persen. Terendah ketiga se Jateng. Sedangkan angka kemiskinan 7,61 persen dan kemiskinan ekstrem 0,36 perden. Terendah kedua se Jateng. “Tren pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan angka menggembirakan,” hematnya.

Etik meminta seluruh pihak untuk tidak terlena dengan capaian-capaian tersebut. Karena masih banyak peer (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan. Khususnya kemiskinan dan stunting. (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Bapperida Sukoharjo #kemiskinan ekstrem #Kemiskinan Ekstrem di Sukoharjo #Lansia Jompo #Angka Kemiskinan Ekstrem