Camat Sukoharjo Kota Havid Danang Purnomo Widodo mengatakan bahwa "Mbangun Deso Tanpo Udu" adalah upaya dari Pemerintah Kecamatan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam berdemokrasi supaya tidak menjadi korban kepentingan para elit. Pemerintah Kecamatan aktif terjun ke Kampung-kampung menyerap aspirasi dari masyarakat.
"Kami melihat masyarakat, apalagi menjelang pesta demokrasi ini masyarakat menjadi korban kepentingan para elit. Apa yang masyarakat dambakan sering diabaikan, Pemerintah belum hadir bersama masyarakat," kata Havid Danang.
Maka, di era Kepemimpinan Bupati Etik Suryani menugaskan Camat untuk terjun ke masyarakat, menyerap aspirasi-aspirasi masyarakat. Melalui terjun ke kampung-kampung diharapkan terjadi komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.
"Komunikasi yang efektif ini dikemas dalam suatu regulasi demokrasi yang berjalan, kemudian mengajukan permohonan aspirasi ke Bupati Sukoharjo," kata Havid.
Lebih lanjut dikatakan Havid, dalam melakukan komunikasi efektif pihaknya mengajak masyarakat berdemokrasi dengan cerdas dan sehat sehingga pembangunan dapat berkesinambungan. Sampai saat ini masyarakat di Sukoharjo menyambut baik, masyarakat kompak dan masyarakat semakin cerdas bagaimana mensikapi demokrasi yang berjalan. Sehingga, perpecahan itu bisa dihindari dan masyarakat sudah paham betul apa yang harus dilakukan.
"Konsep mbangun deso tampo udu ini ya memang pembangunan, dan kewajiban yang harus dilakukan pemerintah. Tapi karena anggaran terbatas kan tidak bisa dilakukan pemerintah dalam waktu bersamaan. Jadi, dengan membangun komunikasi ini berupaya menghadirkan pemerintah, jalin komunikasi sehingga turun bantuan-bantuan ke masyarakat," beber Havid. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram