Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro mengaku, Trans Jateng dinilai ramah pedagang. Karena tak hanya pasar tradisional, bus tersebut juga mampir ke sejumlah pusat perdagangan. Dia juga mengklaim siapa pun berhak memanfaatkan moda transportasi tersebut.
“Pedagang pasar boleh sekali naik Trans Jateng, termasuk BST. Karena kedua moda transportasi ini merupakan wujud pelayanan kepada masyarakat. Demi memperlancar transportasi dan menggerakkan perekonomian. Tidak ada unsur profit dan motif,” tegas Toni.
Dia menambahkan, tidak ada kriteria khusus terkait dagangan yang boleh masuk ke dalam bus. Ambil contoh sayuran atau bumbu dapur. Pedagang sayur atau bumbu dari Pasar Krisak Wonogiri, bisa memanfaatkan Trans Jateng ketika ingin berjualan di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo.
“Atau pun sebaliknya, dari Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo ke Pasar Krisak. Semakin Trans Jateng banyak penumpang, membuktikan jika program ini sukses,” imbuh Toni.
Trans Jateng akan melewati rute dari Terminal kelas IA Tertonadi Solo-Jalan Kapten Mulyadi-simpang empat Baturono ke barat-simpang Alun-Alun Kidul ke selatan-simpang empat The Park Mall Solo Baru-Bundaran Patung Pandawa ke timur-Jembatan Bacem ke selatan- RS Nirmala Suri- Pasar Ir. Sukarno-simpang Terminal Sukoharjo-Nguter- Selogiri-Terminal Giri Adipura Wonogiri.
Rute tersebut melayani pulang-pergi (PP). Rute yang dilalui, beberapa menyasar kawasan perdagangan, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pabrik, termasuk tempat-tempat pelayanan publik.
“Merupakan tanggung jawab kami agar masyarakat mau memanfaatkan angkutan masal ini. Kalau nanti Trans Jateng sepi peminat, bisa dialihkan ke daerah lain,” papar Toni.
Terkait jam operasional Trans Jateng, Toni mengaku tidak ada perubahan. Operasional dimulai pukul 05.00-18.00. Nantinya ada 14 armada bus yang berjalan setiap hari. Diperkirakan setiap 15 menit, ada bus Trans Jateng yang berhenti di tiap halte atau selter.
“Di wilayah Sukoharjo ada 60 halte atau selter yang akan digunakan. Mulai dari Kecamatan Nguter sampai Grogol,” terang Toni. (kwl/fer/ria)
Editor : Syahaamah Fikria