Kepala Disdikbud Kabupaten Sukoharjo Heru Indarjo menjelaskan, regrouping akan menyasar belasan SD negeri. Saat ini rencanan tersebut sedang digodog. Berupa kajian termasuk pemetaan terhadap sekolah-sekolah tersebut.
Bukan tanpa alasan, karena saat ini seluruh daerah di tanah air sedang krisis guru. Termasuk di Kota Makmur. Dampak dari bertambahnya jumlah guru yang memasuki masa purnatugas alias pensiun.
“Kami harus meneliti dulu. Karena tidak bisa serta-merta regruping. Harus berlandaskan peraturan bupati, assesmen kepala sekolah, termasuk sekolahnya,” kata Heru saat ditemui di kompleks kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo, Kamis (8/6/2023).
Masalah lainnya yang dihadapi, sejumlah SD negeri juga kekurangan murid tiap pendaftaran peserta didik baru. Fakta di lapangan, ada SD negeri yang total jumlah siswanya hanya 12-30 anak dari kelas I-VI. Bahkan ada yang satu kelas hanya memiliki dua siswa. Harapannya regrouping bisa mengurai seluruh permasalahan tersebut.
“Jumlah ini kalau dilihat dari operasional kami, kan tidak memungkinkan. Pemborosan namanya. Dari sisi operasional tidak mampu. Karena (SD negeri) kan tidak boleh menarik biaya dari orang tua siswa. Pengembangan kami juga susah, karena dana BOS (bantuan operasional siswa)-nya kan sesuai jumlah siswa,” imbuhnya.
Menurut Heru, langkah yang diambil disdikbud ini untuk mengubah seluruh SD termasuk SMP negeri di Kota Makmur, menjadi sekolah unggulan. Melalui peningkat mutu sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik, termasuk sarana-prasarana (sarpras) penunjangnya.
“Kami sudah siapkan infrastrukturnya, anggarannya, juga teknolohi informasinya (IT). Semuanya sudah kami siapkan. Bahkan gurunya juga sudah kami siapkan,” imbuh Heru.
Hanya saja, Heru menyebut regrouping belum bisa terlaksana tahun ini. Kemungkinan baru bisa digeber tahun depan. Itupun masih menyasar satuan pendidikan jenjang SD.
Nah, ke depan juga akan dikembangkan sekolah unggulan berbasis nasionalis religius. Harapannya dari sisi agama dan nasionalisme terpenuhi. Bukan sekadar dari sisi akademi.
“Nantinya di setiap kecamatan ada (sekolah unggulan). Artinya paling tidak akan ada 12 sekolah unggulan se Kabupaten Sukoharjo,” tandas Heru. (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram