Kepala Desa (Kades) Karangasem Bambang Minarno menjelaskan, tahun lalu membangun sebuah embung di atas lahan tanah kas desa yang kurang produktif. Sedangkan tahun ini, berniat mengeruk embung lebih dalam lagi.
“Sebenarnya lahannya produktif. Tapi kalau ditanami pasti diserang kera liar. Jadi kami buat embung saja,” kata Bambang, kemarin (19/6/2023).
Bambang menambahkan, pengerukan untuk menambah debit air di embung. Apalagi di desa setempat sisi selatan, irigasi belum terairi secara sempurna.
“Kalau lebih dalam, lebih banyak menampung air. Jadi wilayah bagian selatan bisa memanfaatkan air embung juga untuk irigasi,” imbuh Bambang.
Diakui Bambang, Desa Karangasem sisi utara relatif lebih dekat dengan Sungai Bengawan Solo dan saluran irigasi. Sehingga tidak terlalu sulit mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah.
“Selama ini yang wilayah selatan sering tidak kebagian air. Beda dengan yang utara,” urai Bambang.
Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani merespons positif upaya penegrukan embung di Desa Karangasem. Pemkab juga memberikan sejumlah bantuan, untuk menambah fasilitas di embung tersebut. Selain itu, pemdes setempat juga didorong untuk berinovasi. Sesuai dengan potensi daerahnya, demi menambah pendapatan asli desa (PADes).
“Embungnya perlu dilebarkan. Akan kami pikirkan, biar dilihat dari dinas terkait. Terutama dari DPUPR (dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat), juga dinas pertanian. Nanti akan kami pikirkan,” beber Etik saat sidak ke embung, belum lama ini. (kwl/fer) Editor : Damianus Bram