RADARSOLO.COM – Balap sepeda onthel dengan bronjong sebelah digelar meriah di Lapangan Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, kemarin sore (11/8). Lomba digelar untuk melestarikan tradisi para penjual buah desa setempat, yang sampai saat ini masih menggunakan bronjong untuk berjualan. Lomba ini jadi bagian dari Pranan Jambu Festival 2023.
"Bronjong ini sejak dahulu kala sudah menjadi salah satu alat yang digunakan warga mengangkut hasil panennya. Dan dulu, bronjong yang digunakan itu hanya sebelah. Saat pulang dari kulakan buah, atau panen buah, mereka balapan sampai rumah. Nah, ini tradisi yang kami lestarikan," ungkap Kepala Desa Pranan Sarjanto "Jigong".
Lomba balap sepeda bronjong dengan berat beban hanya di satu sisi, bukan mengada-ada. Karena, sejak dahulu sudah dijadikan moda transportasi oleh warga Pranan.
"Sekarang masih ada yang pakai sepeda pakai bronjong, tapi saat ini sudah banyak bergeser menggunakan sepeda motor," katanya.
Terkait dengan lombanya, setiap orang harus memacu sepeda dengan bronjong dengan diberikan beban. Bebannya berbeda, yakni 40 kilogram untuk kategori laki-laki dan 20 kilogram untuk kategori perempuan. Mereka harus memutari lintasan lapangan sepak bola sebanyak tiga kali, sambil adu cepat dengan peserta lainnya.
"Kali ini berlaku nasional, bukan hanya untuk warga Pranan. Asalkan KTP Indonesia, boleh ikut lomba ini," imbuhnya. (kwl/nik/ria)
Editor : Syahaamah Fikria