Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pemkab Sukoharjo Kejar Surplus Beras, Perkuat Jejaring Kerja

Iwan Kawul • Kamis, 24 Agustus 2023 | 19:01 WIB
PEMIHAKAN: Bupati Sukoharjo Etik Suryani panen padi di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, belum lama ini.
PEMIHAKAN: Bupati Sukoharjo Etik Suryani panen padi di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, belum lama ini.

RADARSUKOHARJO.COM – Bupati Sukoharjo Etik Suryani sudah menginstruksikan ke jajarannya, agar bisa mengejar target surplus beras, tahun ini. Salah satunya melalui penguatan jejaring kerja pertanian. Karena tidak bisa hanya dibebankan ke petani, namun juga melibatkan pemerintah daerah, swasta, akademisi, bahkan media massa.

Dijumpai di Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak, belum lama ini, Etik mengaku Kota Makmur merupakan salah satu penyangga pangan di Jawa Tengah. Meskipun luas wilayahnya terkecil kedua setelah Kabupaten Kudus. Bahkan penduduk di Sukoharjo yang berprofesi sebagai petani, hanya 4,16 persen.

“Dengan persentase jumlah petani ini, bukan hal mudah untuk mempertahankan surplus beras di Kabupaten Sukoharjo. Agar target tercapai, kuncinya kolaborasi antarstakeholder. Memperkuat jejaring kerja, untuk meningkatkan produksi padi,” ungkap Etik.

Etik menambahkan, pemkab berperan dalam intensifikasi pertanian. Terutama mengatasi minimnya infrastruktur pertanian. Baik jaringan irigasi, pengembangan sumber air baru, ketersediaan benih, keterbatasan bibit bermutu, lemahnya kelembagaan petani, serta kelompok tani yang kalah bersaing di pasar global.

“Dalam keterbatasan anggaran, saya berharap swasta dan akademisi ikut membantu melalui sosialisasi dan pelatihan. Sehingga semua program dari pemerintah dapat disinergikan dengan swasta dan akademisi,” imbuh Etik.

Sinergi antarstakeholder ini akan lebih efektif dan bermanfaat bagi petani. Karena itu Etik berharap seluruh pihak segera merapatkan barisan. Sebagai upaya mendukung program pemerintah, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional.

Salah satunya mengarahkan petani untuk mengikuti program asuransi usaha tani padi. Program pemerintah ini sangat berpihak kepada petani.

“Di mana petani cukup membayar premi Rp 36.000 per hektare per musim tanam. Nanti kalau terjadi gagal panen, akan mendapatkan ganti rugi maksimal Rp 6.000.000 per hektare per musim tanam,” tandas Etik. (kwl/fer)

Editor : Damianus Bram
#Pertanian di Sukoharjo #Bupati Sukoharjo Etik Suryani #Surplus Beras #penyangga pangan