RADARSUKOHARJO.COM- Pembunuhan terhadap Wahyu Dian Silviani, 34, dosen UIN Solo diduga kuat telah direncanakan.
Itu terungkap dari pengakuan Dwi Feriyanto, 23, tukang bangunan yang menjadi tersangka pembunuhan dosen UIN Solo.
Kepada penyidik, warga Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo itu mengaku izin tak masuk kerja kepada mandor bangunan.
Pada Rabu (23/8/2023), Dwi izin ke mandor untuk tidak masuk kerja pada Kamis (24/8).
"Sebelum melakukan pembunuhan, tersangka izin mandor bangunan untuk tidak masuk kerja," ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit melalui Kasat Reskrim AKP Teguh Prasetyo, Senin (28/8/2023).
Pada Kamis (24/8/2023), saat jasad dosen UIN Solo ditemukan, Dwi diketahui tidak masuk bekerja.
Hasil pemeriksaan para saksi, baik dari teman dosen UIN Solo, maupun tukang banggunan yang bekerja di rumah Wahyu Dian Silviani, pelaku mengerucut pada DWI. "Tersangka ditangkap Jumat (25/8) dini hari," kata Teguh. (kwl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono