Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pintu air Dam Colo Bakal Ditutup Sebulan, Pemkab Sukoharjo Dorong Petani Kawasan Sekitar Tanam Palawija

Iwan Kawul • Rabu, 13 September 2023 | 22:17 WIB
SUMBER PENGAIRAN: Dua ekor burung terbang di pintu air Dam Colo, Kecamatan Nguter, belum lama ini.
SUMBER PENGAIRAN: Dua ekor burung terbang di pintu air Dam Colo, Kecamatan Nguter, belum lama ini.

RADARSUKOHARJO.COM – Pintu air Dam Colo, Kecamatan Nguter akan ditutup sebulan. Terhitung mulai 16 Oktober mendatang. Para petani yang selama ini mengandalkan pengairan dari Dam Colo, diimbau beralih ke tanaman pangan alternatif.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, penutupan Dam Colo rutin dilakukan tiap tahun. Petani juga sudah terkondisikan untuk menyiasatinya. Supaya kebutuhan air untuk pengairan tetap terjaga.

“Caranya dengan memaksimalkan sumur-sumur yang ada. Baik dari bantuan pemkab, pemerintah desa, maupun yang dibuat sendiri oleh petani,” kata Bagas, kemarin (12/9).

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penutupan Dam Colo tidak berpengaruh terhadap pertanian. Nah, bagi petani di wilayah yang tidak dialiri Dam Colo setelah ditutup, didorong menanam palawija atau tanaman holtikultura yang bernilai ekonomis tinggi.

“Caranya (pengairan untuk palawija dan holtikultura) sama. Memanfaatkan sumber air dari sumur yang sudah dibangun,” imbuh Bagas.

Diketahui, jadwal penutupan Dam Colo oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mundur. Awalnya akan ditutup 1 Oktober, molor jadi 16 Oktober. Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur Jigong Sarjanto mengaku, sempat mengajukan permohonan agar pintu air tidak ditutup tahun ini.

Permohonan sudah diajukan ke Pemkab Sukoharjo, BBWSBS, hingga Presiden Joko Widodo. Mengingat saat ini memasuki musim kemarau panjang. Dampak dari fenomena El Nino.

“Meski penutupan pintu air Dam Colo diundur, tapi banyak petani yang mengeluh. Karena harapannya tidak ditutup, agar bisa tanaman padi,” kata Jigong.

Diakui Jigong, Oktober merupakan masa kritis bagi petani dalam mendapatkan pasokan air. Karena dikhawatirkan kondisi areal persawahan mengering dan kekurangan air.

“Perkiraan Oktober nanti usia tanaman padi masih dua bulan. Jadi sangat memerlukan air. Jika sawah kering, tanaman padi bisa layu dan mati. Petani yang dirugikan karena biaya membengkak. Pemerintah juga terdampak karena memengaruhi stok pangan nasional,” ujarnya. (kwl/fer)

Editor : Damianus Bram
#pangan alternatif #palawija #Dam Colo #nguter #petani